Makassar, Pedomanku,id:
Mahasiswa Program Kampus Mengajar Universitas Negeri Makassar (UNM) merilis program kerja edukasi lingkungan melalui penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di lingkungan sekolah. Inisiatif ini dilaksanakan di bawah bimbingan langsung Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), M. Said Zainuddin, S.Pd., M.Pd, berkolaborasi dengan Guru Pamong sekolah, Rian Rezkyawan Saedin, S.Pd.,G.r .
Langkah ini dilakukan untuk mentransformasi area sekolah menjadi sarana edukasi aplikatif sekaligus mengenalkan manfaat tanaman herbal tradisional kepada generasi muda sejak dini. Program edukasi dan aksi hijau ini ditujukan spesifik kepada para siswa dan warga sekolah di lingkungan setempat.
Dosen Pembimbing Lapangan, M. Said Zainuddin, S.Pd., M.Pd, menjelaskan bahwa melalui penanaman tanaman obat seperti lidah mertua, pandan, serta ragam tanaman herbal lainnya, siswa diajak untuk memahami secara langsung klasifikasi tanaman, cara perawatan, hingga khasiat biologis dari setiap jenis tanaman herbal.
“Alhamdulillah pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan secara kolaboratif oleh tim mahasiswa Kampus Mengajar UNM bersama DPL M. Said Zainuddin, S.Pd., M.Pd., dan Guru Pamong Rian Rezkyawan Saedin, S.Pd.,G.r. Selain menyerahkan bibit tanaman obat berkualitas, tim juga memberikan pendampingan langsung mengenai teknik penataan apotek hidup, pemanfaatan pot daur ulang, dan tata cara perawatan tanaman yang berkelanjutan,”jelasnya.
Lebih lanjut Said Zainuddin mengatakan, menghasilkan perubahan kualitas lingkungan sekolah adalah inisiatif menghasilkan perubahan signifikan pada pemanfaatan lahan dan area sekitar sekolah. Area yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal kini berhasil disulap menjadi kebun obat sekolah (educational herbal garden) yang tertata rapi dan memiliki nilai fungsional.
Hadirnya kebun obat ini mendorong beralihnya pola pembelajaran teori indoor menjadi pembelajaran berbasis praktik langsung (hands-on learning). Siswa tidak hanya membaca materi kesehatan atau biologi di dalam kelas, tetapi juga dapat mengamati langsung proses tumbuh kembang tanaman obat di lingkungan sekolah mereka.
Hasil dari program penanaman ini memperlihatkan antusiasme dan peningkatan pengetahuan siswa yang signifikan, 85% Siswa mencatatkan peningkatan pemahaman mengenai jenis dan manfaat tanaman obat herbal berdasarkan hasil evaluasi kegiatan.
Lebih dari 15 Jenis Tanaman Obat berhasil ditanam dan ditata menggunakan media pot daur ulang yang ramah lingkungan.
100% Lahan Target berhasil dimanfaatkan secara optimal menjadi zona apotek hidup yang asri dan hijau.
“Dengan hadirnya area kebun obat yang terstruktur, para guru dapat memanfaatkan fasilitas ini sebagai media pembelajaran lintas mata pelajaran, mulai dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) hingga muatan lokal kesehatan lingkungan,”ujar pemain tenis LPTK UNM ini.
Agar keberadaan kebun obat sekolah ini dapat bertahan secara konsisten dalam jangka panjang, tim Kampus Mengajar UNM merancang pembentukan “Kader Hijau Sekolah” yang melibatkan perwakilan siswa dan guru pengelola.
Dibawah pengawasan berkelanjutan dari DPL M. Said Zainuddin, S.Pd., M.Pd. dan Guru Pamong Rian Rezkyawan Saedin, S.Pd.,G.r., kader ini dibekali dengan modul perawatan harian, jadwal penyiraman, serta pemupukan organik. Penerapan sistem pengelolaan terstruktur ini diproyeksikan dapat menjaga keberlanjutan kebun obat sekolah, sehingga fasilitas ini dapat terus dimanfaatkan oleh angkatan siswa berikutnya secara mandiri. (Wahyudin)