160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT


Hadiri G-School Indonesia Summit 2025, Sekretaris DPK Maros Sebut Dukung Pendidikan Inovatif

Jakarta, Pedomanku.id:

Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Maros, Ismail Suardi Wekke, menghadiri kegiatan G-School Indonesia Summit 2025,   Sabtu  8 Maret 2025 di IPK BSD Jakarta. Kegiatan itu juga dihadiri lebih dari 300 ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pendidik, praktisi pendidikan, hingga pemangku kebijakan.

Kehadiran Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Maros, Ismail Suardi Wekke pada kegiatan bergengsi tersebut menunjukkan komitmen Dewan Pendidikan Kabupaten Maros dalam mendukung pengembangan pendidikan yang inovatif.

Acara tahunan ini menjadi wadah untuk berdiskusi dan bertukar ide mengenai inovasi pendidikan di Indonesia, dilaksanakan REFO Indonesia.

Kegiatan Summit kali ini mengangkat tema “AI: The New Frontier in Education”, dengan fokus pada pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Berbagai narasumber ahli dihadirkan untuk memberikan wawasan dan inspirasi bagi para peserta.

Ismail Suardi Wekke mengapresiasi terselenggaranya acara ini. Apalagi, penggunaan Google for Education telah menjadi bagian praktik pendidikan di Maros. Dimana SPIDI yang merupakan satu pendidikan dibawah naungan Darul Istiqamah menjadi sekolah pertama yang mendapatkan Google Reference School.

Menurutnya, G-School Indonesia Summit 2025 adalah wadah yang sangat baik untuk kita saling belajar dan berbagi pengalaman. Saya berharap, hasil dari summit ini dapat diimplementasikan di daerah masing-masing, termasuk di Kabupaten Maros.

Di bagian lain, Ismail Suardi Wekke juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, namun tetap dengan memperhatikan nilai-nilai karakter. “Teknologi adalah alat, bukan tujuan. Kita harus memastikan bahwa teknologi digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan menggantikan peran guru,” jelasnya, seraya mengharapkan G-School Indonesia Summit 2025 menjadi momentum untuk mempercepat transformasi pendidikan di Indonesia. Dengan kolaborasi dan inovasi, kita dapat membangun masa depan pendidikan yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa.

Ismail Suiardi menambahkan, selain seminar dan diskusi, summit ini juga menampilkan pameran inovasi pendidikan dari berbagai lembaga mitra. Para peserta dapat melihat langsung berbagai produk dan layanan teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran.

“Sepertinya, Maros dan SPIDI Darul Istiqamah tidak boleh menjadi GRS pertama dan yang terakhir di Maros dan Sulawesi Selatan,” tutupnya. (titi)

 

Facebook Comments Box

Baca Juga