Makassar, Pedomanku,id:
Akses terhadap layanan kesehatan yang layak, seringkali menjadi barang mewah bagi mustahik. Biaya berobat yang meroket, kerap membuat mereka berpikir dua kali, antara membeli obat, atau membuat dapur mengepul untuk makan keluarga. Alasan itulah, maka, BAZNAS Kota Makassar dan UPZ Masjid Nurul Jihad Kompleks IDI Makassar, menggagas kehadiran layanan kesehatan gratis, atau istilah krennya “kesehatan tanpa kasir”.
Gagasan kehadiran layanan kesehatan tanpa kasir itu mengemuka saat kunjungan pimpinan BAZNAS Kota Makassar yakni Dr. H. Usman Sofian, MA (ketua), dan Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag, MH (Wakil Ketua II) ke UPZ Masjid Nurul Jihad, Jalan Pettarani, Kompleks IDI, Kamis, 24 September sore hari ini.
Meski realisasinya memerlukan waktu lama, namun paling tidak, inisiatif kemanusiaan ini mulai digagas kedua pihak. “Yang membuat gagasan ini menarik, dan istimewa, lantaran konsep utamanya adalah layanan kesehatan gratis tanpa kasir,” demikian disampaikan Pengurus UPZ Masjid Jurul Jihad, Aya Fajartimor dan Ridwan sambil mempersilahkan pimpinan BAZNAS dan dua staf masing masing Asrijal dan Din Pattisahusiwa menyeruput kopi khas Z-Coffee Masjid Jurul Jihad.
Konsep kesehatan tanpa kasir sebagai penanda, kelak di klinik ini baik BAZNAS Makassar, maupun UPZ Masjid Nurul Jihad kepingin menegaskan bahwa, di ruang pengobatan, tidak ada transaksi finansial. Tidak ada antrean di depan loket pembayaran, tidak ada penyerahan resep yang harus ditebus dengan uang, dan yang lebih penting tidak ada rasa cemas bagi pasien kurang mampu.
“Nantinya, pasien yang datang tidak hanya bakal mendapatkan kesembuhan secara fisik, tetapi juga ketenangan batin. Sebab, mereka dilayani dengan standar medis yang baik, oleh dokter-dokter terbaik, tanpa harus memikirkan darimana biaya pengobatan akan dibayar,” tutur Aya Fajartimor, seraya menambahkan, dalam waktu dekat konsep klinik gratis ini akan dibahas kembali. (din pattisahusiwa)