160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

OPINI

Regenerasi NU untuk Stabilitas Organisasi

Zaenuddin Endy Founder KOPINU (Komunitas Pecinta Indonesia, Nusantara, dan Ulama) Perjalanan organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama tidak pernah lepas dari dinamika kepemimpinan yang kompleks. Dalam setiap momentum muktamar, arah baru organisasi ditentukan melalui proses musyawarah yang panjang, penuh pertimbangan, dan sarat kepentingan umat. Pada Muktamar NU ke-35, salah satu strategi penting yang mencuat adalah perlunya […]

Ukhuwah di Tengah Perbedaan dan Konflik

  Zaenuddin Endy Wakil Ketua ISNU Makassar Dalam ajaran Islam, persaudaraan (ukhuwah islamiyah) bukan sekadar konsep normatif, melainkan fondasi etik yang mengikat seluruh umat dalam satu tubuh spiritual. Seorang Muslim tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari jaringan kemanusiaan yang saling terhubung oleh iman, kasih sayang, dan tanggung jawab moral. Prinsip bahwa “muslim itu bersaudara” […]

Mengetuk Pintu Langit : Kembali ke Khittah dalan Muktamar NU ke-35

Zaenuddin Endy Koordinator Instruktur PKPNU Sulawesi Selatan Di saat sebagian besar manusia terlelap dalam sunyi malam, para muassis Nahdlatul Ulama justru bersimpuh dalam keheningan sepertiga malam. Mereka menengadahkan tangan, mengetuk pintu langit dengan penuh harap agar organisasi yang mereka rintis menjadi wasilah keselamatan bagi umat. Dalam sujud panjang itu, terpatri niat suci yang melampaui kepentingan […]

Besse La Ngelo Arung Bulo-Bulo : Mata Rantai Tasawuf dan Dinasti Kerajaan Bone

Zaenuddin Endy Direktur Pangaderenge Institut (PADI ) Penelusuran jejak spiritual di Sulawesi Selatan menempatkan Besse La Ngelo Arung Bulo-Bulo sebagai figur penting dalam kesinambungan tradisi tasawuf yang berakar dari Syekh Yusuf al-Makassari. Dalam konstruksi genealogis dan sanad keilmuan, ia secara tegas diposisikan sebagai keturunan kelima, sebuah posisi yang mengandung makna historis sekaligus spiritual. Sebutan sebagai […]

Raja Bone La Tenritappu dan Warisan Intelektual Tarekat di Bone

Zaenuddin Endy Direktur Pangadereng Institut (PADI) Dalam sejarah panjang kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara, jarang ditemukan sosok raja yang tidak hanya memegang kekuasaan politik, tetapi juga menekuni jalan spiritual secara mendalam hingga melahirkan karya tulis keagamaan. Di tanah Bugis, figur itu menjelma dalam diri Mangkau ri Bone, La Tenritappu Sultan Ahmad Shaleh Syamsuddin, yang memerintah antara […]

Menimbang Arah Baru PBNU

Zaenuddin Endy Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 mendatang menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi mendalam terhadap arah organisasi ke depan. Dalam konteks ini, pembaruan kepengurusan PBNU, khususnya pada level pengurus inti, bukan sekadar opsi, melainkan kebutuhan strategis. Organisasi sebesar NU yang memiliki basis sosial, kultural, dan keagamaan yang luas tentu membutuhkan kepemimpinan yang adaptif terhadap dinamika […]

Ngopi, Gus Dur, dan Geopolitik Global

Oleh : Zaenuddin Endy Ngopi dalam tradisi Nusantara bukan sekadar aktivitas mengonsumsi minuman, tetapi sebuah ritus sosial yang mempertemukan pikiran, rasa, dan percakapan. Di warung kopi, sekat-sekat sosial mencair, identitas dilebur, dan gagasan mengalir tanpa protokol yang kaku. Ia menjadi ruang demokrasi kultural yang hidup, tempat wacana tumbuh dari bawah secara organik. Dalam konteks ini, […]

Idul Fitri : Menjadi Pemenang, Bukan Merayakan Kemenangan

Kultum (Kuliah Terserah Antum) *Pasca Ramadhan Bersama ATM (1). Idul Fitri itu unik. Setiap tahun datang, tapi rasanya selalu baru. Masjid penuh, takbir menggema, grup WhatsApp ramai minta maaf, dan… baju baru berseliweran di mana-mana. Seolah-olah, tanda kemenangan itu adalah warna pakaian yang belum pernah dipakai. Padahal pertanyaannya sederhana: kita ini benar-benar kembali (fitri), atau […]

Ramadhan Bersama BAZNAS (30). Selamat Jalan, Sang Tamu Agung

Kultum (Kuliah Terserah Antum) By ATM Ia datang tanpa suara, tapi disambut dengan gema takbir dan harapan. Ia hadir membawa cahaya, menghapus debu-debu dosa yang lama menumpuk di dada. Sebulan lamanya ia tinggal bersama kita… dan kini, perlahan ia pamit. Ramadhan… Engkau bukan sekadar bulan. Engkau adalah tamu agung yang mengajarkan kami arti pulang. Di […]

More posts