160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

OPINI

Membaca Ulang Pernyataan Sekjen Kemenag tentang Guru Madrasah Swasta

  Oleh: Zaenuddin Endy Pernyataan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Kamaruddin Amin, MA, terkait guru madrasah swasta beberapa waktu terakhir memantik beragam respons di ruang publik. Sebagian kritik muncul dari kegelisahan lama tentang ketimpangan nasib guru swasta, khususnya di madrasah. Reaksi ini wajar, mengingat isu guru madrasah tidak hanya menyangkut kebijakan administratif, […]

Peran Strategis Intelektual NU dalam Mengawal Transformasi Sosial-Politik Indonesia

  Oleh: Zaenuddin Endy Peran intelektual NU dalam perubahan sosial-politik Indonesia tidak dapat dilepaskan dari posisi NU sebagai kekuatan keagamaan sekaligus sosial yang berakar kuat di masyarakat. Sejak awal berdirinya, NU tidak hanya bergerak dalam ranah ritual dan pendidikan keagamaan, tetapi juga terlibat aktif dalam pergulatan sejarah bangsa. Intelektual NU hadir sebagai penafsir realitas yang […]

Relasi Generasi Intelektual NU dan Kesinambungan Wacana

Oleh: Zaenuddin Endy Relasi antar generasi intelektual NU merupakan proses panjang yang menandai kesinambungan wacana keislaman, kebangsaan, dan kemasyarakatan dalam tubuh Nahdlatul Ulama. Relasi ini tidak bersifat linear atau mekanis, melainkan dialogis, dinamis, dan kerap mengalami ketegangan kreatif antar generasi. Dari sini NU justru memperlihatkan daya hidup intelektual yang tidak beku oleh zaman. Generasi intelektual […]

NU di Ambang Abad Kedua : Menyemai An-Nahdlah al-Tsaniyah

Oleh: Zaenuddin Endy Tanggal 31 Januari 2026 menandai satu abad perjalanan Nahdlatul Ulama, sebuah tonggak sejarah penting bagi organisasi keagamaan terbesar di Indonesia bahkan dunia. Seratus tahun bukan sekadar hitungan usia, melainkan rekam jejak panjang pengabdian ulama dan umat dalam menjaga agama, bangsa, dan kemanusiaan. Dalam lintasan sejarahnya, NU lahir dari rahim kegelisahan ulama tradisional […]

Intelektual Aktivis dan Organisasi NU

Oleh: Zaenuddin Endy Intelektual aktivis dalam organisasi NU merupakan aktor penting yang menghubungkan dunia gagasan dengan praksis gerakan. Mereka tidak berhenti pada produksi wacana, tetapi terlibat langsung dalam dinamika organisasi dan persoalan masyarakat. Peran ini menjadikan intelektual aktivis NU berbeda dari intelektual akademik murni, karena kerja intelektual mereka selalu diuji oleh realitas sosial dan tuntutan […]

Intelektual Akademik NU di Perguruan Tinggi

Oleh: Zaenuddin Endy Intelektual akademik NU di perguruan tinggi menempati posisi strategis dalam lanskap keilmuan dan kebangsaan Indonesia. Mereka hadir sebagai pertemuan antara tradisi pesantren dan dunia akademik modern. Dari ruang kuliah, pusat riset, hingga forum ilmiah nasional dan internasional, mereka berperan sebagai produsen pengetahuan yang berakar pada nilai Ahlussunnah wal Jama’ah. Keberadaan mereka memperkuat […]

Intelektual NU Modern ( Era Reformasi dan Digital)

  Oleh: Zaenuddin Endy Intelektual NU modern lahir dari konteks sosial-politik yang jauh berbeda dibanding generasi sebelumnya. Era Reformasi membuka ruang demokrasi, kebebasan berekspresi, dan pluralitas wacana yang sangat luas. Dalam lanskap baru ini, intelektual NU tidak lagi berhadapan dengan otoritarianisme negara secara langsung, melainkan dengan kompleksitas masyarakat terbuka, arus globalisasi, dan penetrasi teknologi digital. […]

Intelektual NU Transisi (Era Kemerdekaan-Orde Baru)

Oleh: Zaenuddin Endy Intelektual NU pada masa transisi dari era kemerdekaan hingga Orde Baru menempati posisi historis yang sangat strategis. Mereka hidup dalam situasi perubahan besar, ketika bangsa Indonesia baru merumuskan identitas politik, hukum, dan kebudayaannya. Dalam konteks ini, intelektual NU tidak hanya berperan sebagai ulama pesantren, tetapi juga sebagai aktor kebangsaan yang terlibat langsung […]

Intelektual NU Klasik

Oleh: Zaenuddin Endy Intelektual NU klasik merupakan fondasi penting dalam perjalanan pemikiran keislaman Indonesia. Mereka lahir dari tradisi pesantren yang memadukan kedalaman teks, keluasan nalar, serta keteduhan spiritualitas. Dalam sejarahnya, para intelektual ini tidak hanya menguasai kitab kuning, tetapi juga mampu membaca realitas sosial dengan bijaksana. Kombinasi antara tradisi ilmiah dan sensitivitas sosial inilah yang […]

Nalar Bayani, Burhani, dan Irfani dalam Pemikiran NU

  Oleh: Zaenuddin Endy Dalam tradisi intelektual Islam, tiga perangkat epistemologis—bayani, burhani, dan irfani—menjadi fondasi penting dalam memahami realitas dan merumuskan norma keagamaan. Ketiganya bukan sekadar model nalar yang berdiri sendiri, tetapi kerangka berpikir yang memungkinkan umat Islam merespons dinamika zaman. Dalam konteks Nahdlatul Ulama (NU), ketiga nalar ini tidak diposisikan sebagai pilihan yang saling […]

More posts