160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT


Delegasi Sulsel Siap Tampil Terbaik di Olimpiade PAI 2025

 

Jakarta, Pedomanku.id:

Ajang Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI) yang merupakan bagian dari kegiatan PAI Fair Nasional (Semarak PAI) 2025 yang pertama, akhirnya digelar di Hotel Mercure Convention Center, Ancol, Jakarta Utara, Ahad (30/11/25). Dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo H. R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum.

Delegasi Sulawesi Selatan pada acara yang digelar selama tiga hari ini, siap berkompetisi untuk tampil menjadi yang terbaik, merebut juara pada setiap cabang yang dilombakan.

Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam Kanwil Kemenag Sulsel, H. Fathurrahman berharap, delegasi Sulsel bisa tampil terbaik, dan berkompetisi dengan peserta dari daerah lain, untuk merebut juara pada setiap cabang yang dilombakan.

Menurutnya, peserta yang diikutkan di ajang PAI Fair Nasional ini, adalah mereka yang meraih juara 1 di tingkat provinsi, dan telah diberi pelatihan secara intensif sebelum diberangkatkan ke Jakarta.

“Kita berharap delegasi kita diberi kesehatan, untuk berlomba menunjukkan yang terbaik, mengharumkan nama daerah,” ujar Fathurrahman.

Adapun cabang lomba yang diikuti kontingen Sulsel di antaranya, adalah MHQ TK, MTQ SD, MTQ SMP, MTQ SMA, Lomba Pidato SD, Lomba Pidato SMP, dan Lomba Pidato SMA/SMK.

Menurut Fathurrahman, PAI Fair 2025, merupakan ajang kreativitas siswa, untuk menunjukkan kemampuan dalam bidang pendidikan agama Islam, yang diharapkan dapat membentuk karakter dan kepribadian anak sejak dini.

Sementara itu Wamenag Romo Muhammad Syafi’i, saat membuka Grand Final Olimpiade PAI, mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dalam pengembangan pendidikan agama Islam, di wilayahnya masing-masing.

Menurut Wamenag, dukungan itu sangat penting sekaligus cermin keberpihakan terhadap pendidikan nasional.

Romo Syafi’I menekankan perlunya sinergi yang semakin kuat, antara Kementerian Agama dan pemerintah daerah, agar pembinaan guru PAI dapat berlangsung lebih optimal. Ia menegaskan bahwa guru agama memang bertugas di sekolah umum, tetapi secara administratif berada di bawah Kemenag.

“Karena itu, dukungan pemda bukan hanya kebaikan hati, melainkan bagian dari komitmen memajukan pendidikan nasional,” tegasnya dilansir kemenag.go.id.

Wamenag menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada para kepala daerah yang mendukung keberangkatan peserta ajang PAI Fair 2025.

Ia berharap, pemerintah daerah dapat mengalokasikan dukungan anggaran pendidikan agama, secara lebih sistematis melalui APBD.

Olimpiade PAI, kata Romo Syafi’i, bukan sekadar perlombaan. Lebih dari itu, Olimpiade PAI menjadi wadah bagi guru, mahasiswa, dan siswa dari seluruh Indonesia untuk mengasah pemahaman agama dan menampilkan karakter terbaik.

Ia juga mengingatkan seluruh finalis agar menjadikan keikutsertaan ini, sebagai momentum peningkatan kualitas diri.

“Pulanglah dengan mutu yang lebih baik. Tunjukkan bahwa perjalanan ke Jakarta bukan hanya untuk lomba, tetapi juga untuk memperkuat kepribadian keislaman,” pesannya.

“Kesantunan dan prestasi anak-anakku ketika kembali ke daerah, akan menjadi daya tarik kuat bagi pemda untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan untuk pengembangan pendidikan agama Islam,” tutur Wamenag.(dirman)

Facebook Comments Box

Baca Juga