160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT


DPRD Makassar Desak Pemkot Ambil Langkah Konkret Atasi Air Bersih Wilayah Utara

Makassar, Pedomanku.id:

Krisis air bersih adalah kondisi kelangkaan air untuk memenuhi kebutuhan minum dan sanitasi dasar di suatu wilayah, disebabkan oleh kombinasi faktor seperti pencemaran, eksploitasi air tanah berlebihan, deforestasi, alih fungsi lahan, perubahan iklim, hingga pertumbuhan populasi yang tidak terkendali.

Dampaknya meliputi gangguan kesehatan, penurunan kualitas hidup, kerusakan ekosistem, dan terganggunya sektor-sektor vital. Solusi utamanya adalah pengelolaan sumber daya air yang terintegrasi, hemat air, konservasi lahan, reboisasi, pengolahan limbah, pembangunan infrastruktur air, dan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat.

Di Kota Makassar misalnya. Permasalahan krisis air bersih yang melanda wilayah utara Kota Makassar kembali menjadi sorotan. Anggota DPRD Kota Makassar mendesak Pemerintah Kota untuk segera mengambil langkah konkret dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Anggota DPRD Makassar, Basdir, pada Senin, 14 April 2025 menilai persoalan krisis air bersih ini tidak bisa dianggap remeh karena berdampak langsung pada kesehatan masyarakat. Ia mendorong pemerintah untuk aktif memberikan edukasi kepada masyarakat pesisir terkait bahaya lingkungan dan dampak dari krisis air bersih.

Karenanya, harus ada langkah konkret dari pemerintah atau dinas teknis, minimal dengan memberikan edukasi tentang bahaya lingkungan dan dampaknya bagi kesehatan masyarakat.

Basdir mengingatkan soal risiko pengeboran air tanah yang berlebihan di kawasan pesisir. Menurutnya, hal itu dapat memicu abrasi hingga intrusi air laut yang mengancam kualitas air tanah sebagai sumber utama konsumsi warga pesisir.

Rekan Basdir, Ray Suryadi dari dapil II (wilayah utara Makassar) juga mengemukakan, masalah air bersih ini sebagai masalah klasik yang tak kunjung tuntas. Ia meminta agar Pemkot Makassar menjadikan persoalan ini sebagai prioritas utama.

Menurutnya, persoalan krisis air bersih adalah masalah lama yang belum juga selesai. Harusnya sudah ada langkah nyata di lapangan, bahkan kalau belum bisa dituntaskan 100 persen, setidaknya masyarakat bisa merasakan 30 hingga 50 persen penyelesaiannya.

Karenanya, dia menegaskan bahwa solusi ideal tetap harus mencapai 100 persen karena air bersih merupakan kebutuhan pokok yang tak bisa digantikan atau ditunda. (ozan)

 

Facebook Comments Box

Baca Juga