Foto bersama usai menerima tamu dari Kantor Kemenag Kota Makassar. (foto:nyong)
Makassar, Pedomanku,id:
Menjelang dideklarasikan Makassar sebagai Kota Filantropi Nasional oleh Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, 9 November nanti, BAZNAS Kota Makassar mengambil langkah taktis yang mencerminkan napas manajemen moderen. Salah satunya, menetapkan Rabu sebagai hari khusus audensi dengan mitra di kantor lembaga pemerintah nonstruktural tersebut.
Kebijakan ini mungkin tampak sederhana di atas kertas, atau sekadar penjadwalan kalender. Namun, jika dibedah melalui kacamata tata kelola moderen, tentunya, langkah ini merupakan manifesto efisiensi dan transparansi. Di sisi lain, audensi di hari Rabu sekaligus berfungsi sebagai nexus, atau titik temu sangat strategis.
Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr. H. Usman Sofian, MA, mengaku, Rabu, 7 Oktober hari ini misalnya, setidaknya ada 11 mitra yang ber-audensi dengan pimpinan BAZNAS, dimulai pukul 09.00-10.00 Wita hingga pukul 16.30 Wita. Ke-11 mitra itu masing masing BCA Syariah, BEM Fakultas Kedokteran Unhas, Kementerian Agama Kota Makassar, Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kota Makassar, Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Kota Makassar, PT.Bank Permata Tbk, Pengurus Cabang Forum Santri Nasional Kota Makassar, Institut Agama Islam STIBA Makassar–Pesantren Wahdah Islamiyah, Bank Mandiri Taspen, KNPI, serta dari Advokat-Konsultan Hukum Tahir & Rekan.
Menurutnya, jika audiensi terjadi secara acak setiap hari, tentunya energi operasional akan terkuras untuk adaptasi yang konstan antara pekerjaan administratif. Karenanya, dengan memusatkan seluruh agenda pertemuan mitra pada hari Rabu, maka hari-hari Senin, Selasa, Kamis, dan Jumat, dioptimalkan untuk eksekusi program, penyaluran tepat sasaran, dan pelaporan keuangan yang lebih baik.
“Karena itulah, bagi jajaran BAZNAS Makassar, Rabu bukan lagi sekadar hari tengah dalam sepekan, melainkan telah bertransformasi menjadi simbol keterbukaan. Hari, di mana akan lahir gagasan-gagasan kebaikan, bertemu dengan eksekusi nyata, merajut asa baru bagi kesejahteraan umat,” urai Uso–sapaan akrabnya, seraya mengaku seluruh program yang dilakukan disesuaikan dengan Visi BAZNAS Kota Makassar 2026-2031 yaitu “Mewujudkan Tata Kelola Zakat Yang Amanah, Profesional, Inklusif dan Berdampak”. Visi BAZNAS Makassar ini relevan dengan visi Pemerintah Kota Makassar yakni “Makassar Unggul, Inklusif, Aman dan Berkelanjutan”. (din pattisahusiwa)