Kadis Pendidikan Kepingin BAZNAS Punya Daya Ledak yang Besar

Kadis Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, S.STP, M.Si. (foto:nyong)

Makassar, Pedomanku,id:

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, S.STP, M.Si kepingin BAZNAS Kota Makassar tidak semata membumi dalam hal pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), serta penyaluran kepada mustahik yang tepat sasaran semata, melainkan  memiliki daya ledak sosial keummatan yang besar.

Alasannya jelas. ASN muslim, termasuk didalamnya guru lingkup SD dan SMP saja mencapai lebih 8000 orang, belum termasuk non guru, dan P3K, maupun honorer. Jika potensi ZIS di lingkup Dinas Pendidikan Kota Makassar digarap serius, maka angka yang terkumpul bukan lagi ratusan juta, tapi  menembus miliaran rupiah.

Pernyataan Kadis Achi Soleman itu di sela sela menerima pimpinan BAZNAS Kota Makassar masing masing Wakil Ketua III, H. Ahyar Amnur, S.Pd, M.Pd dan Wakil Ketua IV, Prof. Dr. Yusriani, S,KM, M.Kes, Senin, 31 Agustus 2026. Turut mendampingi pimpinan BAZNAS Kabag III Badal Awan, staff Bidang I Safaruddin Al Aidid, serta staf bidang IV Asrijal Syahruddin dan Syarifuddin Pattisahusiwa.

Daya ledak yang besar seperti dikemukakan Kadis Achi Soleman sebenarnya sebuah manifestasi dari social engineering (rekayasa sosial). Pasalnya, ia kepingin dunia pendidikan tidak hanya mencetak anak-anak yang cerdas secara akademik, dan memiliki empati sosial yang tinggi, tetapi didalamnya ada penguatan akidah Islam, termasuk tidak buta Al-Qur’an.

”Bagi kami di Diknas Kota Makassar ini, daya ledak BAZNAS yang besar bukan mustahil akan menjadi kenyataan, meski dimulai dari langkah kecil di setiap sekolah. Minimal dapat membuat program yang me-MULIA-akan anak anak didik utamanya di kalangan SD,” ujarnya seraya menambahkan, jika BAZNAS melakukannya dengan baik, maka kepercayaan ummat Islam, utamanya kalangan guru dan PNS muslim lingkup Dinas Pendidikan akan terbangun. Mereka akan melihat bahwa, dana yang mereka titipkan di BAZNAS dikelola secara transparan dan tepat sasaran.

Menjawab harapan Kadis Pendidikan, baik H. Ahyar Amnur, maupun Prof. Yusriani sama sama mengapresiasi dengan baik. “Pada dasarnya kami menyambut baik. Sinergi antara BAZNAS Makassar dan Dinas Pendidikan ini menjadi babak baru yang menjanjikan,” tutur Ahyar Amnur.

Sementara Prof. Yusriani menambahkan, dengan kekuatan keteladanan para pendidik, gerakan sadar zakat di Kota Makassar diyakini akan ber-DAMPAK besar, membawa berkah, dan bermuara pada kesejahteraan umat yang merata.

“Kita ketahui bersama bahwa, guru dan tenaga pendidik adalah teladan di tengah masyarakat. Dengan keterlibatan aktif para ASN muslim di Dinas Pendidikan dalam menunaikan zakat melalui BAZNAS, kita tidak hanya menjalankan syariat, tetapi juga turut serta mencerdaskan kehidupan anak anak didik dalam arti yang lebih luas—membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa mengenyam pendidikan dengan baik, termasuk agama,” tutup Prof. Yusriani. (din pattisahusiwa/tim media baznas makassar)

Facebook Comments Box
You might also like