Pontianak, Pedomanku.id:
Kepala Balai Proteksi Tanaman Perkebunan (BPTP) Pontianak, Andi Faisal, SP.MP, Senin 16 Juni siang ini telah mengonfirmasi kesiapan menghadiri perayaan Milad Universitas Islam Makassar (UIM), 28 Juni mendatang. Kehadiran orang nomor satu di BPTP Provinsi Kalimantan Barat itu lantaran kangen sama rekan rekan seangkatan, termasuk senior dan yuniornya di kampus yang pernah dijuluki kampus di tengah sawah tersebut.
Andi Faisal mengaku masih mengingat kenangan manis dan pahit ketika semasa kuliah dulu, utamanya ketika masa orientasi, atau OPSPEK.
“Saya masih ingat betul, ketika masa masa orientasi mahasiswa baru, ada yang terasa begitu pahit. Masa itu, meski kami masuk pagi pagi, tetapi para senior tetap menghukum. Kami biasa disuruh guling, dan lainnya. Meski demikian, kenangan pahit itu, saat ini terasa begitu manis. Terima kaish senior yang telah membina kami,” tuturnya sebagai pembuka pembicaraan.
Lelaki ganteng kelahiran Arasoe, Kabupaten Bone, 8 April 1975 itu mengaku menempuh pendidikan S1 Budidaya Pertanian di Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Algazali tahun 1998, dengan gelar Sarjana Pertanian.
“Jadi setelah kami sudah menyelesaikan studi di kampus STIP Al-Gazali, kemudian beberapa tahun kemudian, sesuai perkembangan institusi, maka kampsu ini meningkatkan statusnya sebagai universitas, atau UIM. Meski begitu, apapun perubahan nama, kami tetap menjunjung tinggi keberadaan kampus saat ini yaitu Universitas Islam Makassar,” jelasnya.
Andi Faisal memulai karirnya sebagai Peneliti di BPTP Sulsel, kemudian terus melonjak baik sebagai sebagai Kepala laboratorium Tanah di Maros, Kelapa Seksi Pengkajian BPTP Sulsel, Kelapa Karantina Parepare, Kelapa Balai Karantina Kendari, Kepala Balai Perkebunan Kalbar, dan pernah menjabat kepakla Balai Besar Perkebunan Surabaya—selama lima bulan, dan kini Kepala Balai Proteksi Tanaman Perkebunan Pontianak.
Menyinggung Milad ke-59 tahun UIM, Magister (S2) Agroteknologi di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar yang diraihnya pada tahun 2017 itu mengemukakan, almamaternya yang pernah dipimpin tokoh perempuan Sulsel, dan kini dipimpin Prof.Dr.Ir.Hj.A.Majdah M.Zain Agus,M.Si tersebut bereputasi baik.
Faisal berharap, selain peringatan serimonial di Milad ke-59 nanti, juga diharapkan menjadi momen penting mempertemukan para seluruh alumni, akademisi, guna memperkuat kemitraan. “Saran saya, semoga, kehadiran para alumni nantinya memungkinkan selain membina hubungan yang lebih dekat, sekaligus membuka jalan memperkuat penguatan institusi UIM,” jelasnya, seraya menambahkan, di Milad nantinya juga dilakukan seminar, lokakarya, dan diskusi antaralumni dengan disiplin ilmu masing masing.
Sebelum mengakhiri pernyataannya, Faisal mengharapkan civitas akademika UIM untuk terus menatap masa depan yang lebih baik. UIM tetap berdedikasi pada misinya untuk menyediakan pendidikan berkualitas yang relevan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Milad ke-59 UIM nantinya, menjadi pengingat akan sejarah universitas yang kaya dan komitmennya yang teguh terhadap keunggulan di era berkemajuan saat ini. Dengan fokus pada inovasi, keterlibatan masyarakat, dan ketelitian akademis, UIM siap untuk melanjutkan warisannya sebagai lembaga pendidikan tinggi terkemuka bukan saja di Makassar, di Sulsel, maupun Indonesia timur, melainkan nasional,” tutup Andi Faisal—pria yang pernah meraih juara 3 ajang putra kampus se Kota Makassar tahun 1995. (din pattisahusiwa/angkatan 1986)