Ketua BAZNAS Makassar saat menyerahkan bantuan Rp101 juta kepada penerima manfaat, Selasa, 6 Oktober 2026. (foto:nyong)
Makassar, Pedomanku,id:
Di balik setiap bantuan yang diterima para mustahik, selalu ada keringat para muzakki (pemberi zakat) yang disisihkan. Ada asa yang dititipkan, dan tentunya ada keyakinan bahwa, harta yang dibersihkan akan mendatangkan berkah berlipat.
Karena itulah, Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr. H. Usman Sofian, MA, di ruang kerjanya, Rabu, 7 Oktober pagi ini memberi pesan khusus, agar para mustahik–atau penerima manfaat agar mendoakan para muzakki. Tentunya, pesan ini sekilas sederhana, tetapi jika dikupas lebih dalam, ia menyimpan filosofi sosio-religius begitu indah.
H. Usman Sofian mengakui, mustahik, yang mungkin secara materi berada dalam keterbatasan, ternyata memiliki “kekuatan” yang mungkin tidak dimiliki muzakki. Maka, dengan mendoakan muzakki, BAZNAS Makassar sedang membangun jembatan emosional dan spiritual yang tak kasat mata.
Dalam tradisi Islam, jelasnya, doa mustahik untuk muzakki memiliki tempat istimewa. Ketika tangan-tangan yang menengadah itu mendoakan keselamatan, kesehatan, dan kelancaran rezeki bagi muzakki, maka saat itulah terjadi pertukaran energi positif yang luar biasa.
“Muzakki memberi harta, si mustahik memberi doa, maka keduanya saling melengkapi, saling membutuhkan, dan yang terpenting, saling me-MULIA-kan. Tentunya, bagi mustahik, doa yang mereka panjatkan adalah bentuk balas budi yang paling tulus, sekaligus pengingat agar mereka senantiasa bersyukur. Dampak lanjutannya adalah, para muzakki akan tergerak untuk terus ber-ZIS. Bahkan mereka akan mengajak lebih banyak muzakki lain ikut berbagi,” ujarnya.
Di bagian lain Uso–sapaan akrabnya menambahkan, program-program pemberdayaan ekonomi, bantuan kesehatan, dan santunan pendidikan yang digulirkan BAZNAS Makassar tentu adalah kerja-kerja nyata yang patut diapresiasi. Namun, menyandingkan kerja-kerja fisik tersebut dengan kekuatan spiritual berupa doa adalah sebuah langkah kultural yang baik.
Sebab, pada akhirnya, harta sebanyak apa pun bisa habis, dan program sehebat apa pun bisa usai. Namun, doa yang tulus dari seorang mustahik kepada muzakki—yang diamini oleh para malaikat—akan terus menembus langit, mengalirkan keberkahan tanpa batas bagi Kota Makassar dan sekitarnya. (din pattisahusiwa)