160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT


Usman Sofyan Batal Jadi Ketua PCNU Makassar

Makassar, Pedomanku.id:

Majelis Tahkim Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi membekukan kepengurusan Usman Sofyan dan kawan kawan di Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Makassar. Keputusan ini diambil melalui kajian mendalam, dan pertimbangan matang terhadap berbagai dinamika, serta persoalan yang terjadi di internal PCNU Makassar masa bakti 2025-2030.

Pembekuan ini, sebagaimana disampaikan dalam surat keputusan yang dikeluarkan Majelis Tahkim PBNU, Rabu, 25 Juni hari ini, didasarkan pada beberapa alasan krusial yang dianggap telah mengganggu perjalanan roda organisasi di tingkat cabang.

Putusan pembekuan PCNU Kota Makassar dibacakan anggota Majelis Tahkim PBNU, Prof.M.Nuh sebagai penegas bahwa PCNU Makassar dipimpin Usman Sofyan dan kawan kawan tidak memiliki kewenangan apapun menggunakan atribut bernuansa PCNU di ibukota Sulawesi Selatan ini.

Dalam membacakan keputusan PBNU tersebut, Prof.M.Nuh memaparkan dua poin penting. Pertama, mencabut SK Kepengurusan PCNU Makassar yang telah diterbitkan oleh PBNU. Pencabutan tersebut lantaran cacat prosedur dan melanggar berbagai aturan organisasi perkumpulan dalam pelaksanaan konfrensi cabang.

Kedua, membekukkan PCNU Makassar sampai batas waktu yang ditentukan oleh PBNU. Keputusan ini bersifat final dan mengikat, atau tidak ada banding.

Pembekuan kepengurusan Usman Sofyan,  selain merupakan langkah tegas PBNU dalam menjaga marwah dan kekompakan organisasi, juga agar PBNU melakukan pembenahan dan memastikan bahwa, setiap tingkatan kepengurusan wajib menjalankan amanah dengan baik, sesuai dengan khittah NU.

Setelah pembekuan kepengurusan Usman Sofyan di PCNU Makassar, maka dalam waktu dekat Majelis Tahkim PBNU segera menunjuk pengurus atau pelaksana tugas untuk sementara waktu. Tujuannya agar, mengisi kepengurusan dan memastikan kegiatan-kegiatan NU di Makassar tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Meski PBNU telah membekukkan PCNU Makassar, namun warga Nahdliyyin di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini diharapkan tetap tenang dan menjaga persatuan.

PBNU berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan dan penguatan di seluruh tingkatan organisasi demi terwujudnya Nahdlatul Ulama yang kuat, mandiri, dan senantiasa memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Seperti diketahui, Usman Sofyan terpilih pada Desember 2024 lalu melalui Konferensi Cabang XV di Hotel UIN Jalan Sultan Alauddin. Saat itu, peserta  secara mufakat juga menetapkan AGH Abd Muthalib sebagai Rais Syuriah.

Sidang yang dipimpin Faisal Saimima dan Andi Sahibuddin (Wasekjen PBNU), serta H. Saifullah Rusmin dan Rahman Bahnadi sebagai steering comittee tidak membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan persidangan. (din pattisahusiwa)

Facebook Comments Box

Baca Juga