Makassar, Pedomanku.id:
Aksi unjuk rasa yang mengakibatkan sejumlah korban meninggal di Kota makassar mendapat perhatian tokoh nasional asal Bone yang kini Menteri Agama, Prof.H.Nasaruddin Umar. Menteri terbang dari Jakarta ke Makassar guna menjenguk korban kebakaran Gedung DPRD Kota Makassar yang terjadi imbas aksi unjuk rasa. Menag di antaranya mengunjungi rumah duka staf Humas DPRD Makassar, Muh. Akbar Basri (Abay) yang meninggal dunia dalam kebakaran gedung DPRD saat demo pada Jumat, 29 Agustus 2025.
Di sela sela kunjungannya, Prof.H. Nasaruddin Umar, Ahad 31 Agustus 2025, mengemukakan, peristiwa ini merupakan ujian. Apabila Tuhan memberikan ujian, maka akan ada kenaikan kelas bagi yang lolos ujian itu. Karena itu, saya mengajak semuanya untuk bersabar. Ini cobaan bagi negeri dan keluarga korban.
Prof. Nasaruddin Umar menjenguk tiga pasien yang masih dirawat di RS Grestelina, yakni Herianto (28), warga Lembang Utara; Arief Rahman Hakim (28), warga Jalan Kenangan 2; dan Sahabuddin (47), warga BTN Mangga Tiga. Kepada ketiganya, Menag menyerahkan sejumlah bantuan sosial dan memberikan semangat kepada keluarga.
Menag menegaskan bahwa kedatangannya merupakan panggilan pribadi sekaligus amanat dari Presiden Prabowo Subianto. “Saya datang ke sini atas keinginan pribadi, dan sekaligus diutus oleh Presiden Prabowo yang menyampaikan duka cita serta belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga,” jelasnya.
Selain tiga korban tersebut, ada dua pasien lain yang sempat mendapatkan perawatan di RS Grestelina, yaitu Agus (30), warga Sanro Bone, Takalar, serta Fasruddin (50), warga Jalan Gajah. Keduanya sudah diperbolehkan pulang.
Kedatangan Menteri Agama disambut keluarga pasien. Sejumlah korban tampak menangis terisak, sementara ada pula yang menceritakan kronologi kejadian kebakaran saat menerima kunjungan Menag.
Selain menjenguk korban di rumah sakit, Menag juga melakukan takziah ke rumah duka almarhum Muh. Akbar Basri alias Abay, staf DPRD Makassar yang wafat dalam peristiwa ini. Berdasarkan data, total terdapat tiga korban meninggal dunia, yaitu Syahrina Wati (25), staf DPRD Makassar; Muh. Akbar Basri alias Abay (27), staf DPRD Makassar; dan Saiful Akbar (43), Kasi Kesra Kecamatan Ujung Tanah.
Korban luka tercatat sepuluh orang, termasuk Budi Haryadi (30), Satpol PP, dalam kondisi kritis di RS Primaya; Rusdamdiyansyah (25), dengan pendarahan di kepala di RS Ibnu Sina; Melki Yosua, anggota TNI dengan luka jahitan di kepala; serta lima pasien yang ditangani di RS Grestelina.
“Saya harapkan kejadian semacam ini tidak terulang lagi,” tutup Prof.Nasaruddin Umar yang juga mantan Ketua II Bidang Keuangan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali—kini Universitas Islam makassar (UIM) ini. (ozan)