Maros, Pedomanku,id:
Ibadah haji adalah rukun Islam kelima yang wajib bagi setiap Muslim yang mampu secara fisik dan finansial. Ibadah ini melibatkan perjalanan ke Ka’bah di tanah suci Makkah untuk melakukan serangkaian ritual ibadah pada waktu tertentu, yaitu bulan Dzulhijjah. Ibadah haji memiliki makna yang sangat mendalam dalam kehidupan umat Islam, mengajarkan ketaatan, pengorbanan, dan persatuan umat.
Wakil Bupati Maros, A. Muetazim Mansyur di sela sela pelepasan jemaah haji Kabupaten Maros, Sabtu,19 April 2025 memberi pesan kepada jemaah haji Maros agar berfokus beribadah di tanah suci Mekkah.
“Kita harapkan kepada seluruh jemaah dari Kabupaten Maros kiranya fokus beribadah. Jamaah memanfaatkan peluang berhaji itu dengan baik. Sebab, antrian kita untuk bisa berangkat ke Baitullah begitu lama. Makanya, ayo mari kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya,” harapnya.
Wakil Bupati yang pernah menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Maros itu mengemukakan, seluruh masyarakat Maros juga mendoakan para jemaah. “Yakinilah bapak dan ibu para jemaah haji, seluruh masyarakat Maros juga turut berdoa. Semoga, tetap terjaga solidaritas antara umat beragama, sehingga kita bisa hidup rukun dan damai,” tambahnya, seraya melepas simbolis jemaah haji Kabupaten Maros, dengan penyerahan bendera kepada Kepala Seksi PHU H. Ahmad Ihyaddin.
Momen ini disaksikan Kakanwil H. Ali Yafid, Ketua DPRD Maros Gemilang Pagessa , Forkopimda dan Kakankemenag H. Muhammad beserta jajaran.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Maros H. Muhammad menyampaikan bahwa 312 jemaah haji kabupaten Maros akan terbagi dalam 3 kloter. Seperti tahun lalu, sistem pemberangkatan jemaah haji Maros mulai dari rumah langsung ke asrama haji, begitu juga sebaliknya proses kedatangan dari Tanah Suci. (din)