Makassar, Pedomanku,id:
Sistem Informasi dan Administrasi Guru Agama (SIAGA) merupakan aplikasi yang penting bagi para guru agama, baik guru pegawai negeri sipil maupun non pegawai negeri sipil, yang bertujuan sebagai dasar data bagi semua kebutuhan peningkatan kinerja, dan peningkatan kesejahteraan, serta pendidikan bagi para guru agama.
Hal ini dikatakan Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam (PAI) Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan, H. Sopyan Akhmad, dalam kesempatan membuka Rapat Koordinasi (Rakor) SIAGA Bidang Pendidikan Agama Islam Kanwil Kementerian Agama Sulsel, di Aula Kanwil, Senin, 29 September 2026.
Menurut Kabid pada Rakor yang bertema “Satu Data, Data Berkualitas, Layanan Tepat”, SIAGA sangat penting, karena bertujuan sebagai dasar data bagi pemerintah, untuk meningkatkan kesejahteraan guru agama, peningkatan kinerja dan kuallitas pendidikan guru, yang berdampak terhadap peserta didik, terukur, dan dapat ditingkatkan.
Dia mengimbau agar operator SIAGA dan EMIS, selalu mengupdate data para guru agama, karena data SIAGA ini sangat penting bagi ujung tombak data perencanaan GPAI baik PNS atau pun non PNS.
Sopyan Akhmad menyebut, operator kadang dipandang sebelah mata, padahal di ujung jari-jari operator, tunjangan profesi guru (TPG) bisa berjalan dengan baik. Operator menjalankan tugas kemanusiaan. Operator harus menghindari data yang tidak tepat, terutama dalam penyiapan anggaran TPG.
“Operator harus menjadi solusi ke depan, untuk secara bersama sama melakukan perbaikan dan up dating data, pada aplikasi SIAGA maupun EMIS. Operator harus memahami kedua jenis aplikasi ini, guna mengupdate informasi-informasi yang ada di Kabupaten/kota,” imbau kabid.
Dikatakan, sampai saat ini seluruh kabupaten/kota belum berhasil mengupdate data TPG guru-guru agama Islam. Dia juga menegaskan, untuk pencairan TPG harus paling lambat tanggal 10 setiap bulannya.
Ketua Tim Kerja Sistem Informasi Manajemen dan Keuangan Bidang PAI Kanwil Kemenag Sulsel, H. Hasbullah melaporkan, Rakor Operator Tenaga Emis/SIAGA diselenggarakan untuk mendapatkan keakuratan data, karena pihaknya mengakui selama ini,
SIAGA sepertinya tidak berfungsi secara baik.
“Data secara fakta yang ada di lapangan belum tersaji secara baik, sehingga perlu terus dilakukan koreksi dan perbaikan, kenapa terjadi perbedaan,” ujarnya.
SIAGA Pendis Kemenag, lanjut Hasbullah, adalah sistem informasi administrasi resmi dari Kementerian Agama, untuk guru PAI pada sekolah umum, dalam hal pengelolaan data dan profil guru agama, sertifikasi dan TPG, pengembangan keprofesian berkelanjutan, verifikasi dan validasi (verval) jadwal mengajar, portofolio, serta absensi bulanan.
Kegiatan yang diikuti operator SIAGA Kemenag Kabupaten/Kota se Sulsel selama sehari ini, turut dihadiri para ketua tim kerja bidang PAI Kanwil Kemenag Sulsel, dan Kasi PAI Kemenag Kabupaten Barru. (sudi)