160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT


SMSI Sulsel Pra Raker

Makassar, Pedomanku.id:

Pemilik media, sekaligus jurnalis yang tergabung dalam Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Pra Raker, di Sekretariat SMSI Sulawesi Selatan, Ruko Mirah RB 3, Kecamatan Panakkukang, Senin, 22 September.

Pertemuan kali ini dibarengi aroma kopi hangat, seakan berpadu akan ketegasan dan niatan yang memancarkan, sekaligus membumikan SMSI ke seluruh pelosok Sulawesi Selatan, persis 10 hari setelah dilantik oleh Sekjen SMSI Pusat, Makali Kumar, SH,MH, di Hotel Maleo, 11 September 2025.

Seperti biasa, dalam setiap kali pertemuan, dimulai dari Sekretaris SMSI, Mappiar HS yang membuka acara. Mantan Pimpinan Redaksi Harian Ujungpandang Ekspres itu kemudian memberikan kesempatan kepada Ketua dan Sekretaris Panitia (Ilham Wahyudi dan I Ketut Bali Putra), melanjutkan pokok bahasan.

Dalam Praraker itu mengemuka berbagai masukan dan tanggapan, mulai dari penetapan waktu dan tempat  pelaksanaan Raker, hingga hal lain yang dianggap penting.

Di bagian lain, baik Ketua SMSI Sulawesi Selatan (Anwar Sanusi), Sekretaris (Mappiar), maupun Wakil Ketua Bidang Organisasi (Iksan Djirong), dan lainnya mengemukakan, meski Raker merupakan momen penting guna menyusun program kerja tahunan, namun  sebaiknya berjalan santai, dipadu rekreasi.

Dalam menyusun program kerja nantinya, tidak muluk muluk, melainkan mengombinasikan optimisme jajaran SMSI, yakni bagaimana program kerja itu berfokus pada bahasan bermuatan strategi organisasi di tengah gelombang transformasi digital yang tak terhindarkan.

Dalam Raker nantinya juga perlu ada penegasan akan  komitmen SMSI Sulawesi Selatan untuk tidak hanya beradaptasi, tetapi juga berada di garda terdepan dalam membentuk ekosistem media siber yang profesional, inovatif, dan relevan dengan era informasi saat ini.

Di sisi lain, lantaran SMSI berada di jantung Sulawesi Selatan, tempat kearifan lokal mengalir laksana darah dalam nadi kehidupan masyarakatnya, tentunya para jurnalisnya harus mempersembahkan gagasan gagasan progresif.

Itu berarti, meski saat ini media siber berada pada dunia moderen, namun tidak boleh menghilangkan nilai-nilai luhur tradisi, sehingga perlu menghadirkan ekosistem informasi yang autentik. Karenanya, dalam menyusun program kerjanya, tetap mengedepankan dan mengkombain dengan lensa budaya yang ada di Sulawesi Selatan.

Apalagi, SMSI melihat, Sulawesi Selatan adalah rumah besar yang kaya dengan filosofi hidup yang mendalam. Nilai-nilai seperti Siri’ na Pacce’ , Sipakatau Sipakalebbi’ , Resopa Temmangingngi Nannggallei Deceng , dan Panngadereng bukan sekadar jargon, melainkan pedoman hidup yang membentuk karakter dan perilaku jurnalis SMSI. Dengan demikian, SMSI sebenarnya sedang menyebarkan benang masa lalu dengan tenunan masa depan. (din pattisahusiwa)

Facebook Comments Box

Baca Juga