Suasana audensi antara Kemenag dan BAZNAS
Makassar, Pedomanku,id:
Menyambut Hari Santri VIII, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Makassar menabuh genderang kolaborasi strategis bersama BAZNAS Kota Makassar. Genderang yang ditabuh bukanlah sekadar mensukseskan seremonial tahunan hari bersejarah tersebut, melainkan dirancang menjadi pemberdayaan umat.
Alasan itulah, maka Kemenag Makassar dipimpin Kepala Seksi PD Pontren, Hasan Pinang, S.Ag., M.Fil.I melakukan audensi dengan pimpinan BAZNAS Kota Makassar, masing masing Dr. H. Usman Sofian, MA (ketua), dan H. Ahyar Amnur, S.Pd, M.Pd, Rabu, 7 Oktober 2026.
Usai audensi, Hasan Pinang dikonfirmasi mengaku, setidaknya ada yang terasa jauh lebih istimewa pada perhelatan hari Santri tahun ini. Yakni, dibangunnya sinergi strategis yang kokoh antara Kementerian Agama dan BAZNAS.
“Kolaborasi lintas lembaga ini bukan sekadar agenda birokratis seremonial, melainkan sebuah manifestasi nyata dari nilai-nilai Islam yang komprehensif—memadukan kekuatan regulasi, pemberdayaan umat, dan kepedulian sosial. Apalagi, di hari Santri tersebut akan dihadiri 8000 santri yang dipusatkan di Lapangan Hasanuddin Makassar,” tuturnya.
Sementara itu, H. Usman Sofian melihat, kehadiran BAZNAS dalam momen hari jadi Santri sebagai instrumen filantropi Islam yang mengoptimalkan pengumpulan dan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Untuk itu, lembaga pemerintah nonstruktural yang amanah dan profesional yang dipimpinnya bersama empat rekannya mengirimkan pesan kuat bahwa, sinergitas antar-lembaga adalah kunci utama dalam memajukan pendidikan Islam, termasuk pesantren tidak bisa berjalan sendiri.
Jika ditarik dalam pandangan Islam, kolaborasi BAZNAS- Kemenang berpijak pada fondasi yang amat kuat, sebagai bentuk nyata negara dan umat hadir untuk memastikan potensi santri terkawal dengan baik, tidak hanya secara spiritual, tetapi juga secara sosial-ekonomi.
“Bagi BAZNAS, kolaborasi antara Kementerian Agama dan BAZNAS dalam menyukseskan Hari Santri 2026 mengajarkan kita sebuah pelajaran penting, bahwa, cita-cita besar memajukan peradaban Islam tidak bisa dicapai secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi, keikhlasan, dan profesionalisme,” ujarnya seraya menambahkan, seluruh program yang dilakukan disesuaikan dengan Visi BAZNAS Kota Makassar 2026-2031 yaitu “Mewujudkan Tata Kelola Zakat Yang Amanah, Profesional, Inklusif dan Berdampak”. Visi BAZNAS Makassar ini relevan dengan visi Pemerintah Kota Makassar yakni “Makassar Unggul, Inklusif, Aman dan Berkelanjutan”. (din pattisahusiwa)