Usai Audensi Pimpinan BAZNAS, Kepala RS BAZNAS Sebut Gratis bagi Pasien Dhuafa

Makassar, Pedomanku,id:

Rumah Sakit BAZNAS (RSB) gratis, atau non kasir bagi kaum dhuafa, ibarat mercusuar. Pasalnya, dari sudut pandang kesehatan, kehadiran rumah sakit ini bukan sekadar tempat menyembuhkan, melainkan keadilan sosial dalam mengembalikan hakikat kesehatan sebagai hak asasi setiap warga negara. Di Kota Makassar misalnya.

Kehadiran RSB ini meruntuhkan tembok pembatas atas mahalnya biaya pengobatan. Di mana, jika kaum dhuafa sakit, mereka memilih “menunggu sembuh sendiri”. Karenanya, BAZNAS mengambil langkah cepat  mengaktifkan kembali RSB yang sudah ada sejak tahun 2012 tersebut.

Kepala RSB Kota Makassar, drg.Taufan dikonfirmasi usai beraudensi bersama pimpinan BAZNAS Kota Makassar, Rabu, 7 Oktober 2026 mengemukakan,  RSB yang berlokasi di belakang RS Ibnu Sina, Jalan Urif Sumoharjo merupakan fasilitas kesehatan tingkat pertama, dan sudah terakreditasi, malah sudah bekerjasama dengan BPJS.

“Apalagi, saat ini RSB ini akan dikerjasamakan dengan BAZNAS  Kota Makassar, makanya tidak ada pembayaran apapun, muai dari  pendaftaran, obat-obatan, tindakan medis, hingga rawat inap, khususnya bagi  pasien berkategori mustahik seperti tertera dalam delapan golongan penerima zakat,” ujarnya.

Pernyataan senada dikemukakan Ketua BAZNAS Makassar, Dr. H. Usman Sofian, MA. Uso–sapaan akrabnya menambahkan, dari sudut pandang sosio-religius, kehadiran RSB Makassar ini membuktikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola secara professional, mampu menjelma menjadi infrastruktur penyelamat nyawa.

“Ini adalah bentuk manifestasi maqashid syariah, di mana pemeliharaan jiwa ditempatkan sebagai prioritas utama. Bahkan, di rumah sakit ini ada sentuhan empati, senyuman, dan pelayanan yang setara—tanpa membedakan status sosial—memberikan martabat kembali kepada mereka yang sering diabaikan sistem,” ujarnya.

Uso mengaku, kehadiran RSB ini sengat sejalan dengan sejalan dengan visi pemerintah kota Makassar dalam mewujudkan kesejahteraan sosial yang merata. Dengan konsep “gratis”, rumah sakit ini merobohkan tembok-tembok pembatas ekonomi yang kerap menghalangi kaum dhuafa mendapatkan layanan medis yang layak.

Sebelum menutup pernyataannya, ia mengaku, seluruh program yang dilakukan BAZNAS Kota Makassar begitu MULIA. Apalagi, disesuaikan dengan Visi BAZNAS Kota Makassar 2026-2031 yaitu “Mewujudkan Tata Kelola Zakat Yang Amanah, Profesional, Inklusif dan Berdampak”. Visi BAZNAS Makassar ini relevan dengan visi Pemerintah Kota Makassar yakni “Makassar Unggul, Inklusif, Aman dan Berkelanjutan”. (din pattisahusiwa).

Facebook Comments Box
You might also like