Takalar, pedomanku,id;
Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Prevalensi Stunting (TPPPS) Kabupaten Takalar digelar di Ruang Pertemuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Takalar, Senin (25/5/2026). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Takalar, Drs. Rahmansyah Lantara, M.Si, dan dihadiri oleh seluruh Camat serta operator stunting dari 12 kecamatan se-Kabupaten Takalar.
Rakor ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk menyamakan persepsi, mengevaluasi capaian kinerja, serta menyusun rencana aksi yang lebih terarah dalam upaya menurunkan angka stunting di Takalar sesuai target nasional dan provinsi.
Dalam sambutan pembukaannya, Drs. Rahmansyah Lantara, M.Si, menegaskan bahwa penurunan angka stunting merupakan prioritas utama pembangunan daerah, karena berhubungan langsung dengan kualitas sumber daya manusia masa depan. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergitas dan keterlibatan aktif pemerintah kecamatan hingga tingkat desa/kelurahan.
“Stunting bukan sekadar masalah kesehatan semata, melainkan masalah pembangunan yang menyangkut gizi, sanitasi, akses air bersih, hingga pola pengasuhan. Oleh karena itu, peran Bapak/Ibu Camat dan para operator di lapangan sangat krusial. Bapak/Ibu adalah ujung tombak pelaksanaan program ini di wilayah masing-masing. Jangan ada celah sedikit pun dalam pemantauan dan pendampingan kepada keluarga berisiko stunting,” tegas Rahmansyah.
Ia juga mengingatkan para peserta rakor agar memastikan data yang dilaporkan akurat, mutakhir, dan sesuai kondisi riil di lapangan, karena data menjadi dasar utama penentuan kebijakan dan penyaluran bantuan. Selain itu, Rahmansyah meminta agar intervensi yang dilakukan bersifat spesifik, terukur, dan tepat sasaran, mulai dari intervensi gizi sensitif hingga intervensi gizi spesifik.
“Data harus valid, penanganan harus tepat sasaran, dan pelaporan harus tepat waktu. Jangan sampai ada anak atau ibu hamil yang berisiko terlewatkan dari pemantauan kita. Kerjasama lintas sektor dan antar tingkat pemerintahan harus semakin dipererat agar target penurunan stunting di Kabupaten Takalar dapat tercapai sesuai jadwal yang ditetapkan,” tambahnya.
Sesi rapat koordinasi selanjutnya diisi dengan pembahasan evaluasi capaian kinerja TPPPS semester sebelumnya, pemaparan permasalahan yang dihadapi di tingkat kecamatan, serta penyamaan langkah kerja dan teknis pelaporan data. Para camat dan operator juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan kendala serta solusi yang telah diterapkan di wilayah masing-masing.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan di tingkat kecamatan untuk lebih agresif dalam melakukan pendampingan, sosialisasi, dan pengawasan, sehingga angka prevalensi stunting di Kabupaten Takalar dapat terus menurun secara signifikan dan tercipta generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (amir tata).