Ketua BAZNAS Kota Makassar, H.Usman Sofian (baju putih) dan Ketua IPWI H.Aprianto (kaus hitam) diapit Wakil Ketua I Yusran Sofyan (kaca mata), dan Wakil Ketua III H.Ahyar Amnur. (foto:ist)
Makassar, Pedomanku,id:
Pimpinan baru Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Jumat, 10 Juli 2026 melakukan kunjungan silaturahmi dengan Ketua Ikatan Pengusaha Wahdah Indonesia (IPWI). Kunjungan ini, sebagai langkah awal memperkuat ekosistem zakat, infak, dan sedekah, atau ZIS di sektor ekonomi produktif.
Dalam suasana penuh kehangatan dan keakraban, Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. Usman Sofian, didampingi Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan (Yusran Sofyan), dan Wakil Ketua III Bidang Keuangan dan Pelaporan (H.Ahyar Amnur) diterima langsung Ketua IPWI, H.Aprianto.
Kunjungan pimpinan BAZNAS periode 2026-2031 yang berlangsung di Saunk Coffee Resto Jalan Topaz No 9, Kelurahan Masale, Kelurahan Panakkukang itu, bukan semata formalitas, melainkan lebih mendekatkan dan mengeratkan lebih mendalam mengenai potensi besar dan sinergi antara lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Makassar itu dengan dunia usaha.
Bagi BAZNAS, jelasnya, peran pengusaha sangat penting, tidak hanya sebagai Muzakki (pemberi zakat, infak, dan sedekah) yang potensial, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam program pemberdayaan ekonomi ummat.
“BAZNAS Makassar melihat, IPWI memiliki jejaring pengusaha yang kuat dan berintegritas. Karena itu, kami kepingin menyelaraskan visi BAZNAS agar dana zakat, infak, dan sedekah tidak hanya berhenti pada saat tertentu, melainkan berkelanjutan,” tutup H.Usman Sofian.
Sementara itu, Ketua IPWI, H.Aprianto melihat, dunia usaha dan filantropi Islam adalah dua sisi mata uang yang sama. Jika keduanya bersinergi, dampaknya bukan hanya pada pertumbuhan ekonomi, tapi juga pada keberkahan bagi Kota Makassar.
H.Aprianto yang juga Owner Saunk Coffee dan Resto, serta Hamdalah Klinik, serta pemilik beberapa usaha di kota yang kini dipimpin Munafri Arifuddin itu juga berpesan agar, kepemimpinan BAZNAS Kota Makassar saat ini terus maju dan berkembang dengan tetap memperhatikan 3D, yakni Dikenal (popularitas), Disukai (akseptabilitas), dan Dipercaya (amanah/trust). (din pattisahusiwa/tim media banzas makassar)