Makassar, Pedomanku,id:
Salah satu potret nyata dari sinergi kemanusiaan terjalin antara Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Makassar dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Kedua lembaga ini menggelar gerakan yang dinamai “Sunatan Gratis untuk Anak Kaum Dhuafa”.
Sunatan gratis ini dihelat selama dua hari, mulai Rabu-Kamis (8-9) Juli 2026. Hari Rabu sebanyak sunatan bagi 50 anak di Jalan Anggrek I No 9, dan Kamis hari ini di MTs DDI Al-Amin, Jalan Parinring Raya, Kecamatan Manggala, juga 50 anak.
Bagi banyak keluarga, sunatan bukan hanya kewajiban syariat, tetapi juga penanda kedewasaan bagi seorang anak laki-laki. Namun, bagi keluarga dhuafa, biaya medis untuk proses ini seringkali menjadi beban yang memberatkan. Di sinilah Muslimat NU mengambil peran sebagai penyambung tangan kasih.
Muslimat NU Kota Makassar, demikian Hj.Husnah Alimuddin,S.Ag,MA (Ketua Muslimat NU Makassar), kepingin memastikan bahwa, tidak ada anak dhuafa di Makassar yang terhambat menjalankan sunah karena alasan ekonomi.

Karena itulah, kolaborasi dengan BAZNAS Kota Makassar merupakan salah contoh nyata, bagaimana organisasi keagamaan jika disandingkan dengan lembaga zakat yang profesional dapat menciptakan dampak sosial yang masif.
“Muslimat NU memberikan sentuhan humanis dan jejaring akar rumput, sementara BAZNAS memberikan landasan pendanaan yang transparan dan tepat sasaran,” tuturnya, seraya menambahkan, sinergi Muslimat NU dan BAZNAS Makassar hari ini adalah bukti bahwa saat tangan-tangan tulus bergandengan, kesulitan sesulit apa pun akan terasa lebih ringan untuk dipikul bersama.
Sementara itu, H.Arifuddin mewakili pimpinan BAZNAS Makassar mengemukakan, tahun 2026 ini lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar nomor 5 Makassar itu menargetkan menyunat 1500 anak dari keluarga dhuafa di Ibukota Sulawesi Selatan ini.
Khitanan gratis yang diakukan di kota yang dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini sangat penting. Selain gratis dan dilakukan dengan sistem laser dengan tenaga medis profesional dari Klinik BAZNAS.
“Selain gratis, usai disunat, anak anak juga mendapatkan sarung, dan biaya pengganti transport. Jika ditotalkan, setiap anak yang disunat bsia menghabiskan dana mulai Rp1 juta hingga Rp1.500.000. Hanya saja, para orang tua tidak perlu memikirkan biaya apapun. Karena seluruh biaya ditanggung BAZNAS Makassar.
Menyinggung asal dana dalam program khitanan gratis ini, Nabil Salim mengaku berasal dari Zakat, Infak, dan Sedekah dari ASN muslim se kota Makassar, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid, dan lembaga lembaga pemerintah yang terkait dengan Pemkot Makassar.
Selain program sunatan gratis, BAZNAS Makassar juga memiliki berbagai program yang dikemas lembaga amil terpercaya dan amanah tersebut. Di antaranya, Bantuan Operasional Dhuafa Produktif. Bantuan Opersional Dhuafa Produktif ini, setidaknya karena kebanyakan pelaku UMKM, kurang memiliki kemampuan atau kecakapan untuk meningkatkan produktivitas. Malah, masih ada pelaku ekonomi kecil ini menjatuhkan pilihan kepada rentenir. Bantuan lainnya berupa beasiswa, dan lainnya.
Seperti diketahui pimpinan BAZNAS Makassar periode 2026/2031 terdiri dari Dr.H.Usman Sofyan,MA (ketua), Yusran Sofyan,SE,S.Kom,M.Si (Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan), Dr.Abd.Aziz Ilyas,S.Ag,MH (Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan), H.Ahyar Amnur,S.Pd,M.Pd (Wakil Ketua III Bidang Keuangan dan Pelaporan), serta Prof.Yusriani,SKM,M.Kes (Wakil Ketua IV Bidang Adminitraso, Umum, dan SDM). (din pattisahusiwa/tim media baznas makassar)