Polewali, Pedomanku,id:
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Polewali menggandeng PT Mutiara Putra Utama dalam memberikan sosialisasi mengenai peluang kerja bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), khususnya melalui program Pekerja Migran Indonesia (PMI) pada sektor perkebunan kelapa sawit dan perkebunan karet.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (16/9) pukul 09.00 WITA tersebut digelar di Masjid Baiturrahim Lapas Polewali. Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya Lapas Polewali dalam memberikan pembekalan kepada WBP sebagai persiapan sebelum kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Bimnadik) Lapas Polewali menyampaikan bahwa pemberian informasi mengenai peluang kerja menjadi bagian penting dalam mempersiapkan WBP menghadapi kehidupan setelah menjalani masa pidana. “Kami ingin memberikan gambaran kepada warga binaan bahwa setelah bebas nanti terdapat berbagai peluang untuk bekerja secara legal dan produktif. Melalui sosialisasi ini, mereka mendapatkan informasi langsung mengenai proses pendaftaran dan peluang kerja yang tersedia, sehingga dapat mempersiapkan diri sejak berada di dalam Lapas,” ujar Albar S.Sos selaku Kepala Seksi Bimnadik Lapas Polewali.
Pihak PT Mutiara Putra Utama memberikan penjelasan mengenai berbagai peluang pekerjaan, proses pendaftaran, serta informasi umum terkait penempatan kerja bagi calon pekerja migran. WBP juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan memperoleh informasi secara langsung sehingga dapat memahami berbagai hal yang perlu dipersiapkan apabila berminat mengikuti program tersebut.

Kegiatan ini mendapat perhatian dari WBP karena memberikan gambaran mengenai pilihan pekerjaan yang dapat dipertimbangkan setelah mereka menyelesaikan masa pidana. Informasi tersebut diharapkan dapat membantu WBP menentukan langkah yang akan ditempuh ketika kembali ke lingkungan masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIB Polewali, Sudarno, A.Md.IP., S.Sos. menegaskan bahwa pembinaan yang diberikan kepada WBP tidak hanya berfokus pada aspek kepribadian, tetapi juga perlu diarahkan pada kesiapan untuk menjalani kehidupan secara mandiri setelah bebas.
“Pembinaan di Lapas bukan hanya bagaimana warga binaan menjalani masa pidana dengan baik, tetapi juga bagaimana mereka memiliki kesiapan ketika kembali ke masyarakat. Kami terus berupaya membuka akses informasi dan peluang yang dapat mendukung mereka untuk mendapatkan pekerjaan serta menjalani kehidupan yang mandiri dan produktif,” ungkap Sudarno. Menurutnya, kerja sama dengan pihak eksternal seperti PT Mutiara Putra Utama menjadi salah satu bentuk sinergi yang dapat mendukung pelaksanaan program pembinaan dan persiapan reintegrasi sosial bagi WBP. “Kami berharap informasi yang diberikan dalam kegiatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh warga binaan. Tentunya setiap peluang pekerjaan harus ditempuh melalui prosedur yang resmi dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambahnya.
Kegiatan turut dihadiri oleh Kepala Seksi Bimnadik, Kepala Sub Seksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan (Registrasi dan Bimkemas), serta staf pengelola pembinaan kepribadian Lapas Polewali. Jajaran Lapas Polewali turut memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Kegiatan sosialisasi peluang kerja ini menjadi salah satu bentuk pembinaan yang dilakukan Lapas Polewali untuk mempersiapkan WBP menghadapi kehidupan setelah bebas. Pembinaan tidak hanya diarahkan pada perubahan perilaku, tetapi juga pada peningkatan kesiapan WBP agar mampu kembali ke masyarakat dengan bekal informasi, keterampilan, serta peluang untuk memperoleh pekerjaan.
Lapas Polewali berkomitmen untuk terus mendorong berbagai program pembinaan yang dapat mendukung proses reintegrasi sosial WBP. Dengan adanya akses informasi mengenai peluang kerja, diharapkan WBP memiliki pilihan untuk menjalani kehidupan yang mandiri, produktif, serta dapat berkontribusi secara positif setelah kembali ke lingkungan masyarakat. (rls).