Makassar, Pedomanku, id:
Bagi dunia jurnalistik Makassar, nama Pedoman Rakyat bukan semata koran tertua di masanya, melainkan sekaligus bersejarah. Koran yang terbit 1 Maret 1947 itu adalah rahim, tempat lahirnya penulis andal, dan berintegritas. Di ruang-ruang redaksinya kala itu, berita ditempa, opini diracik, dan kepekaan sosial diasah.
Meski korannya sudah tidak ada, namun awak awak medianya, kini menyebar di berbagai jenjang pekerjaan. Termasuk menyabet sejumlah gelar akademik tertinggi. Malah, ada yang meraih Profesor—Mas’ud Muhammadiyah-akademisi Universitas Bosowa. Ada pula Dr. Yahya Mustafa—akademisi Unismuh Makassar., dan lainnya
Dan, salah satu yang, Rabu 17 September 2026 hari ini mendapat jabatan akademik lumayan adalah Dr. Wahyudin. Ia dilantik sebagai Wakil Dekan II Bidang Keuangan dan Umum, Fakultas Keolahragaan dan Ilmu Kesehatan Universitas Negeri Makassar (FIK-UNM).
Pelantikan Dr. Wahyudin oleh Plt Rektor UNM, Prof Farida Patittinggi sebagai penanda bahwa, takdir terkadang membawa seseorang melompat jauh melampaui batas-batas bilik berita, sekaligus sebuah transisi karir yang membuktikan bahwa, jiwa seorang jurnalis yang adaptif, analitis, dan solutif—bisa berkilau di mana saja, termasuk di kancah birokrasi perguruan tinggi, politik, hingga di pemerintahan.

Dr.Wahyudin tengah diapit dua seniornya saat di Harian Pedoman Rakyat
Kepercayaan dan amanah yang kini berada di pundak Wahyu—sapaan akrab pria kelahiran Takalar ini seakan menjadi senjata rahasia. Dimana, dunia jurnalistik, apalagi yang lahir dari Harian Pedoman Rakyat Ujung Pandang telah melatihnya untuk berpikir cepat di bawah tekanan, memegang teguh akuntabilitas, serta memiliki kepekaan manajerial.
Wahyu mengaku berterima kasih kepada terpaan senior seniornya ketika masih berada di koran yang beralamat di Jalan Arief Ratte tersebut. Sebab, dari terpaan seniornya itulah, dia terbiasa mengelola informasi.
Tentunya, Wahyu sadar betul, meski koran Pedoman Rakyat telah berlalu puluhan tahun silam. Namun, DNA-nya tetap hidup dalam diri orang-orang yang pernah dibesarkannya. Ini adalah monumen kecil tentang ketekunan.
Di bagian lain Wahyu mengaku, kampus UNM Makassar, khususnya FIK, dikenal sebagai salah satu pencetak atlet, pendidik jasmani, dan praktisi olahraga unggulan di Indonesia timur. Meski begitu, kehadiran sosok berjiwa jurnalis di jajaran pimpinan fakultas memberikan warna tersendiri.
Pelantikan Wahyu ini mendapat sambutan positif rekan rekannya sesama mantan juranlis Harian Pedoman Rakyat. Melalui grup PR Alumni, banyak yang memberi ucapan selamat. (din pattisahusiwa)