Makassar, Pedomanku.id:
Momen ulang tahun sebuah institusi, bukanlah sekadar serimoni biasa. HUT Bank Mandiri misalnya. Di momen ulang tahun ke-27 tahun ini, bank papan atas ini menjadikannya sebagai titik refleksi, panggung komitmen, dan penegasan kembali peran strateginya sebagai salah satu nadi perekonomian bangsa yang berkemajuan.
Di bawah payung tema besar HUT Bank Mandiri “Sinergi Majukan Negeri”, dan dirayakan melalui program beken “HUT Mandiri Semua Hepi” menegaskan bahwa, kekuasaan tidak hanya terletak pada aset dan profitabilitas, tetapi pada kemampuan menjadi katalisator pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan adalah cetak biru yang menggambarkan bagaimana sebuah badan usaha milik negara (BUMN) bertransformasi, memadukan tujuan korporasi dengan cita-cita nasional, demi kemakmuran seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Di usia ke 27 tahun ini juga, Bank Mandiri kembali menegaskan peran sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jumat, 10 Oktober hari ini Bank Mandiri menggelar Program Pasar Murah Mandiri di Gowa. Pasar murah ini diikuti ribuan masyarakat serta pelaku UMKM lokal.

Regional CEO Region X/Sulawesi dan Maluku, Atta Alva Wanggai di sela sela pembukaan pasar murah dengan semangat menegaskan keinginan kuat perseroan untuk terus berkontribusi positif bersama seluruh insan bangsa demi kemajuan negeri.
“Selama 27 tahun hadir di tengah masyarakat, Bank Mandiri percaya bahwa kesejahteraan bangsa harus dibangun melalui kolaborasi dan kepedulian. Lewat Pasar Murah Mandiri, kami ingin memastikan masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok sekaligus merasakan manfaat nyata kehadiran Bank Mandiri,” ujarnya.
Dalam pasar murah ini, Bank Mandiri Region X/Sulawesi dan Maluku menyediakan 5.000 paket sembako. Sementara secara nasional, 50.000 paket di 12 wilayah kerja maupun Kantor Pusat di Jakarta.
Adapun, setiap paket berisi 5 kilogram beras, 1 liter minyak goreng, dan 1 kilogram gula pasir itu dihargai Rp27. 000, bagi masyarakat di sekitar Pelataran Balla Lompoa Gowa. Harga ini tentunya, dapat membantu keluarga prasejahtera memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih ringan.
Selain menghadirkan paket sembako, Bank Mandiri juga melibatkan sekitar 400 UMKM dari berbagai daerah, termasuk 40 UMKM lokal yang tampil di Pelataran Balla Lompoa Gowa.
Kehadiran UMKM dalam kegiatan ini diharapkan mampu membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan. “Selain memperkuat daya saing usaha kecil, keterlibatan UMKM juga berpotensi menciptakan perluasan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.
Rangkaian acara juga dilengkapi dengan Pesta Rakyat yang menghadirkan kegiatan interaktif seperti senam sehat, kegiatan perlombaan, pojok anak ceria, hingga pembagian hadiah menarik. Dengan format tersebut, Bank Mandiri ingin memastikan program ini tidak hanya memberi manfaat ekonomi, tetapi juga menghadirkan keceriaan bagi masyarakat.

Atta Alva Wanggai mengakui, keberadaan UMKM dalam kegiatan HUT kali ini mencerminkan komitmen Bank Mandiri mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dari akar rumput.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi bangsa. Dengan memberi ruang bagi mereka untuk berkembang, kami yakin akan lahir lebih banyak wirausaha tangguh yang mendukung terciptanya generasi emas Indonesia,” jelasnya.
Pelaksanaan Pasar Murah Mandiri juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo yang menekankan peningkatan daya beli masyarakat, penguatan kemandirian ekonomi, serta perbaikan kualitas sumber daya manusia.
“Sebagai mitra pemerintah, Bank Mandiri akan terus berkomitmen memperluas dampaksosial dari setiap langkah yang kami ambil. Program Pasar Murah Mandiri merupakan bagian dari strategi keberlanjutan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Inilah wujud Sinergi Majukan Negeri yang konsisten kami jalankan, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat fondasi ekonomi nasional,” tutupnya.
Seperti diketahui, Bank Mandiri berdiri di atas fondasi yang kokoh, terbentuk dari warisan sejarah panjang yang kini menjelma menjadi ekosistem keuangan terbesar di Indonesia. (*)