160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT


BAZNAS Makassar Sembelih 94 Sapi Bernilai Lebih Rp1,634 Miliar, Walikota Bakal Hadir

Makassar, Pedomanku,id:

Sebelum mengakhiri masa jabatan, pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar menggelar satu misi kemanusiaan berskala besar. Yakni, menyembelih 94 sapi, dan 5 ekor kambing. Nilainya pun tak tanggung tanggung, Rp1.634.750.000 (satu miliar, enam ratus tiga puluh empat juta, tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).

Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr.HM.Ashar Tamanggong usai memimpin rapat teknis baik dengan Direktur Operasional Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (RPH), Wahyuddin Kasim, maupun dengan staff amil pelaksana di Kantor BAZNAS, Jalan Teduh Bersinar, Selasa, 30 Juni mengemukakan, baik sapi, maupun kambing yang akan disembelih mulai Ahad, 5 Juli 2026 dan akan dihadiri Walikota Makassar, Munafri Arifuddin itu berasal dari DAM—kewajiban menyembelih hewan ternak (unta, sapi, atau kambing) bagi jemaah haji yang melakukan pelanggaran tertentu, atau melaksanakan haji jenis Tamattu dan Qiran, musim haji tahun 2026.

“Untuk musim haji tahun 2026 ini, BAZNAS Kota Makassar bersyukur lantaran, diberi amanah dan kepercayaan sebagai perantara penyembelihan DAM haji. Yaitu dari Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (FK KBIHU) Sulawesi Selatan,” tuturnya, seraya mengaku Menteri Haji dan Umrah-RI, Dr.KH.Mochamad Irfan Yusuf juga menyalurkan DAM hajinya di tanah air.

HM.Ashar Tamanggong mengakui, penyaluran keseluruhan daging daging sapi (per ekor minimal 80 kg) akan dibagikan kepada mustahik di 145 kelurahan dan 15 kecamatan di seluruh Kota Makassar. Setiap kelurahan mendapatkan 40 kantong yang berisi 1 kg daging. Bagitu pula di setiap kecamatan mendapat 40 kantongan daging. Sementara itu, setiap kecamatan juga mendapat satu kepala sapi.

“Untuk proses penyembelihan, kami menggunakan jasa RPH Kota Makassar. Mengapa? Ya, lantaran  RPH lengkap fasilitasnya, higenis, dan aman syar’i—prinsif halal. Nantinya, daging daging tersebut dikemas dengan higienis dan didistribusikan kepada kantong-kantong kemiskinan di Makassar. Ini adalah wujud dari “berkah yang meluas”—dari jemaah yang menyempurnakan hajinya, hingga masyarakat dhuafa yang merasakan manfaat protein hewani” ujarnya.

Menjawab pertanyaan jemaah asal daerah yang tergabung dalam  FK-KBIHU dan mem,mebrikan kepada kepercayaan DAM-nya ke BAZNAS Kota Makassar yakni, Kota Makassar (300 jemaah), Parepare, Bone, Sinjai, dan Takalar. Termasuk dari Provinsi Sulawesi Barat.

‘Kepercayaan penyembelihan sapi dan kambing dalam jumlah besar kali ini membuktikan bahwa, BAZNAS Makassar terus bertransformasi menjadi lembaga amil terpercaya, amanah, dan solutif,” tutur ATM—sapaan akrabnya.

Di bagian lain ATM menyebut, yang perlu diketahui, program penyembelihan 94 sapi dan 5 kambing kali ini bukan semata tentang pemenuhan denda ibadah haji semata, melainkan tentang membangun ekosistem kepedulian kepada mustahik. Karena itulah, untuk mensuskeskan program penyembelihan ini, BAZNAS Makassar berperan sebagai lembaga pengelola perlu memastikan alur distribusi tepat sasaran sesuai kaidah zakat dan sedekah.

Bagi Doktor luaran Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu, jika penyembelihan  sapi dan kambing ini dikelola dengan baik, maka dampaknya akan melampaui sekadar penggugur kewajiban jemaah. Dimana, daging dagingnya bisa menjadi sumber nutrisi bagi mustahik, dan jika memungkinkan melalui mekanisme fikih yang berlaku, dikonversi dalam bentuk nilai manfaat bagi program pengentasan kemiskinan di Kota Makassar.

“Tentunya sapi sebanyak ini merupakan bentuk “kemanfaatan ganda”, kewajiban jemaah terpenuhi, dan nilai keberkahan dari ibadah tersebut menyentuh para mustahik di Kota Makassar ini,” urai penulis buku “Langit tak Pernah Offline” ini.

Sebelum menutup komentaranya, Da’i kondang kelahiran Dusun Terang Terang, Desa Popo, Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, 1973 itu melihat, kerja sama pemotongan sapi dengan RPH Kota Makassar bukan sekadar urusan pemotongan hewan, melainkan sebuah ekosistem ekonomi syariah yang lebih baik.

‘”Kami (BAZNAS) bersama Direktur Operasional RPH Kota Makassar telah meneken MoU. Dalam MoU itu disebutkan RPH menyediakan  94 sapi dan 5 kambing sesuai spesifikasi, melaukkan  proses penyembelihan  secara syar’i dan higenis, serta mengantarkan  paket daging dengan armada  yang layak ke kelurahan kelurahan dan kecamatan kecamatan se Kota Makassar,” tutupnya.

Sebelumnya, Ketua FK-KBIHU Sulawesi Selatan, Drs.H.Guntur Mas’ud,MM pernah mengatakan, pelaksanaan pemotongan hewan qurban di tanah air, salah satunya di Makassar tepat sasaran. Sebab, jelasnya, selama ini pemotongan qurban di tanah suci, namun dagingnya selain dibagikan kepada fakir miskin di sana, juga sisanya dikirim ke negara asal jemaah haji, termasuk negara negara miskin.

“Selama ini, kementerian  haji mengeluarkan keputusan, sekaligus menginstruksikan kepada jemaah, melaksanakan dam dan qurban bagi jemaah haji di tanah suci melalui proyek Adahi—satu satunya mekanisme resmi, sah, dan legal dalam penyembelihan hewan selama musim haji. Proyek Adahi ini dikelola oleh Al-Hay’ah Al-Malikiyyah li Madīnat Makkah wal-Masyāʿir al-Muqaddasah,” tuturnya.

Pada akhirnya, apa yang dilakukan di Makassar ini adalah cerminan dari semangat Islam yang rahmatan lil alamin. Bahwa dalam setiap ibadah yang dijalani, selalu ada ruang untuk saling berbagi dan menguatkan sesama. Sinergi ini adalah bukti bahwa ketika amanah umat dikelola dengan integritas, maka berkahnya akan meluas hingga ke sudut-sudut di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini. (din pattisahusiwa/tim media baznas kota makassar).

Facebook Comments Box

Baca Juga