Makassar, Pedomanku,id:
Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (BEM FEB) Universitas Muhammadiyah Makassar sukses menyelenggarakan kegiatan Dialog Kebangsaan dengan mengangkat tema:
“Menuju Indonesia Emas 2045: Dinamika Hukum dan Politik dalam Sistem Demokrasi di Indonesia.”
Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 15 Juni 2026, pukul 19.00 WITA, bertempat di Etika Studio, dan terbuka untuk umum. Dialog ini menghadirkan dua narasumber inspiratif, yaitu Tiyo Ardianto (Ketua BEM UGM 2025) dan Asratillah, S.T., M.T. (Direktur Institute Profetik).
Dialog Kebangsaan ini menjadi ruang intelektual yang mempertemukan mahasiswa, akademisi, dan masyarakat umum untuk mendiskusikan arah masa depan demokrasi Indonesia. Isu hukum dan politik menjadi fokus utama dalam membangun kesadaran kritis generasi muda terhadap tantangan kebangsaan yang semakin kompleks.
Sekretaris Umum BEM FEB Unismuh Makassar periode 2025–2026, Andi Fairus Nizam, dalam pernyataannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BEM dalam menjalankan fungsi edukasi dan advokasi mahasiswa.
“Dialog Kebangsaan ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi menjadi wadah konsolidasi gagasan bagi mahasiswa sebagai agen perubahan. Dalam menghadapi dinamika hukum dan politik hari ini, mahasiswa harus mampu mengambil peran strategis dalam menjaga nilai-nilai demokrasi dan keadilan sosial menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh apatis terhadap kondisi bangsa, melainkan harus hadir sebagai kekuatan moral dan intelektual yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan nasional.
Kegiatan ini juga menjadi refleksi atas peran organisasi mahasiswa dalam menghidupkan tradisi intelektual di kampus. Sebagaimana diketahui, BEM sebagai organisasi intra kampus memiliki peran strategis dalam mengawal isu-isu kebangsaan serta membangun sinergi antar elemen mahasiswa .
Melalui kegiatan ini, BEM FEB Unismuh Makassar berharap dapat melahirkan pemikiran-pemikiran progresif serta memperkuat kesadaran kolektif mahasiswa dalam menjaga demokrasi yang sehat, inklusif, dan berkeadilan. (rls)