Sebuah organisasi kemasyarakatan (Ormas), sering kali dipandang sebagai ‘raksasa yang sedang tidur’. Kesannya adalah, mereka akan bergerak saat ada momen politik. Namun narasi itu perlahan mulai tertinggal, atau usang, ketika hadirnya Ormas bernama Angkatan Pemersatu Pemuda Indonesia, atau bahasa krennya APPI.
Meski baru didirikan awal tahun lalu, namun ‘dentumannya besar’. Bukan dentuman destruktif semata, melainkan sebuah ledakan kreativitas dan adaptasi. Dentuman ini diharapkan membawa kemaslahatan bagi banyak orang. Artinya, dentuman besar Ormas APPI, adalah transformasi paradigma, dari orientasi mobilisasi, menjadi orientasi positif.
‘Dentuman besar’ APPI inilah sebagai penanda, sebuah Ormas akan dikenang, bukan semata sudah berumur lama, atau kemegahan kesekretariatan, tetapi akan dikenang melalui orang-orang yang pernah terbantu. Organisasi ini pula menjadi napas lantaran memberi kehidupan dan paling bermanfaat bagi sesama manusia.
Demikian yang mengemuka pada rapat perdana Pengurus Dewan Pimpinan Pusat- APPI. Silaturahmi dan konsolidasi di Aula Kantor KONI Kota Makassar, Jumat, 24 April sore yang dihadiri Ketua Umum H.Irfan Darmawan NM, SH, Sekjen (Sardi), Ketua Harian (Mansyur), dan Ketua Ketua Bidang, dan pengurus lainnya itu dikemas dalam dua kali tulisan secara bersambung, dimulai hari ini.
“Sore hari ini, saya merasa bangga. Saya senang. Saya gembira. Dan, tentunya saya bahagia. Mengapa? Ya, lantaran gelaran konsolidasi perdana ini dihadiri banyak pengurus DPP APPI. Rapat ini juga sekaligus sebuah titik nol yang menandai dimulainya babak baru pergerakan APPI di Makassar,” tutur H.Irfan Darmawan mengawali sambutannya.
Baginya, konsolidasi perdana yang digelar Ormas yang kini berada di 15 kecamatan dan seluruh kelurahan di ibukota Sulawesi Selatan itu menjadi laboratorium bagi keberagaman. Di mana, perbedaan tidak dipandang sebagai celah yang memisahkan, melainkan sebagai benang-benang yang harus ditenun menjadi kain untuk kekuatan bersama.
H.Irfan Darmawan mengemukakan, dalam sebuah organisasi, mungkin saja ada yang berpikiran, rapat konsolidasi hanyalah pertemuan biasa, tetapi dirinya menyakini, adalah momentum yang baik, lantaran benih persatuan mulai ditanam. Dan seperti hukum alam, benih yang dirawat dengan konsistensi, kejujuran, dan sinergi, akan tumbuh menjadi pohon besar yang menaungi masa depan organisasi.
Karenanya, Irfan Darmawan meminta jajaran DPP, DPC, serta seluruh kader APPI di semua tingkatan melakukan gerakan gerakan meski kecil, tetapi bermanfaat dan berguna bagi banyak orang. Alasannya jelas, berpikir dan berbuat baik untuk banyak orang itu sangat luar biasa, apalagi diawali niat baik.
“Saya mengharapkan, bagaimana seluruh kader APPI di semua tingkatan sama sama berpikir, kemudian berbuat baik kepada kebanyakan orang. Meski begitu, tidak semua kader memiliki cara berpikir yang sama, maka sejatinya dibutuhkan adalah daya dorong, dipadu dengan sentuhan sentuhan positif dari pengurus DPP APPI,” harapnya.
Di bagian lain putera dari H.Nasran Mone– aktivis dan legislator DPRD Kota Makassar di jamannya itu percaya, di jaman moderen saat ini, jarang ditemui orang berpikir untuk orang lain. Apalagi, berpikir untuk orang banyak. Begitu pula, jarang orang mau berbuat untuk orang lain, apalagi berbuat kepada orang banyak. Nah, itulah mengapa ia mengharapkan kiranya seluruh jajaran Ormas APPI mengedepankan niatan untuk berbuat baik kepada banyak orang.
“Saya mau tegaskan di sini, bahwa saya tidak punya kepentingan apa-apa. Yang saya miliki, hanyalah mengajak seluruh jajaran APPI berpikir dan berbuat baik kepada banyak orang,” harapnya.
Jika saja jajaran APPI berbuat baik, maka Ormas yang baru seumur jagung–lahir awal tahun lalu, memiliki dentuman besar. Ada semangat didalamnya. Dengan demikian, Ormas APPI akan ditulis dalam sejarah. Meski tulisannya bukan dengan tinta emas di atas kertas, tetapi dibarengi dengan jabat tangan yang erat, dan tatap mata yang tajam, juga dengan cinta kasih, dan dengan senyuman banyak orang.
Sebelum konsolidasi berakhir, ada bagian paling magnetis, yaitu sesi dialog. Dialog itu guna mencari titik temu, bagaimana jajaran APPI bisa berperan positif. Bagaimana mereka menyuarakan keadilan sosial, tanpa terjebak dalam kepentingan apapun.
Dalam sesi dialog ini pula mengemuka bahwa, jajaran APPI tidak ingin menjadi sekadar organisasi “penggembira”. Mereka ingin menjadi ‘think tank’, sekaligus penggerak di akar rumput. Mereka ingin memastikan bahwa, suara mereka bukanlah euforia semata, melainkan memiliki bobot, juga punya tanggung jawab yang berat, namun MULIA. (din pattisahusiwa)