Watampone, Pedomanku,id:
Tanah kelahiran sering kali menjadi saksi bisu perjalanan hidup seseorang di awal mula—tempat air mata pertama ditumpahkan, tempat langkah pertama diayunkan, dan tempat akar keluarga disemai.
Almarhumah Hj. Simbara Binti H.Amir, atau ibunda dari Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M. Kes–Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Makassar yang meninggal pada Sabtu, 1 Agustus 2026 di Makassar misalnya. Pihak keluarga memutuskan jenazah ibu lima orang anak kelahiran 11 Pebruari 1958 itu dikuburkan di tanah kelahirannya, di Dusun Calimpo, Desa Laccori, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone.

Penguburan di tanah asal, adalah sebuah bentuk penghormatan terhadap “titik nol” kehidupan duniawinya.
Keluarga besar BAZNAS Kota Makassar, tentunya berharap, semoga Allah, Sang Pencipta menempatkan almarhumah di sisi-Nya bersama para orang saleh, orang orang terpilih, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kekuatan untuk terus melanjutkan estafet kebaikan almarhumah di muka bumi.
Saat jenazah akan dibawa dari rumah duka di Jalan Dakwah, dua pimpinan lembaga pemerintah nonstruktural itu hadir yakni, Yusran Sofyan, dan Ahyar Amnur. Ada pula staff amil yakni Sudirman, Asrijal Syahruddin, H.Mudassir, dan Syarifuddin Pattisahusiwa.
Seperti diketahui, kematian adalah kepastian yang datang tanpa undangan. Namun, bagaimana seseorang diantarkan ke tempat peristirahatan terakhirnya, sering kali menyisakan cerita tentang ke-MULIA-an hidup, amal, dan cinta kasih. (Din Pattisahusiwa/tim media baznas kota makassar).