Makassar, Pedomanku,id:
Kehadiran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di tengah tengah masyarakat muslim, khususnya di Kota Makassar, senantiasa menebar cahaya, dan harapan baru. Lembaga pemerintah nonstruktural, dengan lima pimpinan baru masa khikmad 2026-2031 ini tak sekadar lembaga pengelola zakat, infaq, dan sedekah, namun lebih dari itu menumbuhkan kultur solidaritas.
Tidak tanggung tanggung, kelima pimpinan baru masing masing Dr.H.Usman Sofian, MA (ketua), Yusran Sofyan,SE, S.Kom, M.Si (Wakil Ketua I), Dr. H. Abdul Azis Ilyas, S.Ag,MH (Wakil Ketua II), H.Ahyar Amnur, S.Pd, M.Pd (Wakil Ketua III), dan Prof.Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes (Wakil Ketua IV) ini memulai kepemimpinan dengan mengedepankan tiga pilar.
Di sela sela rapat koordinasi program kerja antar-bagian lingkup BAZNAS Makassar antara pimpinan dengan amil pelaksana, Senin 20 Juli 2026 tadi, mengemuka bahwa, tiga pilar yang dimaksud adalah, Soliditas, Amanah , dan Berdampak. Tiga pilar ini menjadi bahasa hati setiap warga muslim di kota yang kini dipimpin Munafri Arifuddin, dan Aliyah Mustika Ilham saat ini.
Rapat koordinasi di lantai II gedung BAZNAS Makassar, Jalan Teduh Bersinar No 5 Kecamatan Rapoccini, Makassar juga bersentuhan dengan harapan besar Walikota Munafri Arifuddin saat melantik lima pimpinan pengganti HM. Ashar Tamanggong, Ahmad Taslim, Syaharuddin Mayang, Waspada Santing, serta Jurlan Em Saho’as, Senin, 6 Juli lalu.
Itu berarti, tiga pilar baru BAZNAS Makassar tidak lahir begitu saja, melainkan dari sebuah perenungan demikian dalam. Soliditas misalnya, demikian Usman Sofian, program apapun yang nantinya dilahirkan demi kemaslahatan masyarakat Islam.
Soliditas juga tidak tak hanya bertumpu pada koordinasi yang mulus, melainkan pada kekompakan pimpinan dan tim amil yang kuat. Termasuk mampu menyelami makna zakat, infak, dan sedekah sebagai ‘pembersih harta dan hati’.
“Bila sudah ada soliditas, maka hanya ada satu hati, sehingga apapun yang dikerjakan tentunya bermuara pada kepentingan ummat dan keumatan,” ujarnya.
Pilar amanah, diharapkan, baik pimpinan dan amil pelaksana, sama sama menjaga kepercayaan. Yaitu, mengedepankan kejujuran. Pasalnya, BAZNAS Makassar, dan seperti BAZNAS BAZNAS lainnya di tanah air, adalah penjaga dana yang diberikan atas niat baik masyarakat muslim. Makanya, setiap penyaluran dana diunggah ke portal publik dalam bentuk grafik interaktif. Sehingga, para muzakki dapat melacak berapa persen dana yang masuk, terpakai, dan masih tersisa.
Dan, pilar ketiga adalah Berdampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan ummat, mengurangi kemiskinan, harmoni sosial, sehingga kesadaran beragama semakin meninggi di kalangan ummat Islam.
Berdampak dalam kaitannya dengan soliditas, dan amanah tentunya tidak semata mengatasi kebutuhan darurat mustahik semata, melainkan sekaligus membangun kemandirian. Baik di bidang pemberdayaan ekonomi ummat, hingga kesehatan. (din pattisahusiwa/tim media baznas makassar).