Kakanwil Kemenag Sulsel Ajak GPAI Perkuat Pendidikan Karakter dan Persatuan Melalui KKG PAI

Makassar , Pedomanku.id:

Penguatan karakter, keteladanan guru, dan persatuan organisasi, menjadi pesan utama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Ali Yafid, S.Ag., M.Pd.I., pada Pelantikan dan Rapat Kerja Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Provinsi Sulawesi Selatan, yang dirangkaikan dengan Workshop Pembelajaran Mendalam dan Penerapan CP 020, di Hotel Denpasar, Makassar, Ahad, 1 November 2026.

Kegiatan ini dihadiri lebih dari 200 guru pendidikan agama Islam (GPAI) dari kabupaten/kota se Sulsel. Turut hadir Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam (PAI) Kanwil Kemenag Sulsel, H. Sopyan Akhmad, Ketua Tim Kerja Bidang PAI SD Kanwil Kemenag Sulsel, H. Mushadil, dan sejumlah Kepala Seksi PAI Kemenag kabupaten/kota, serta para Pengawas PAI se-Sulsel.

Dalam sambutannya, Kakanwil menegaskan bahwa pendidikan karakter harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan pendidikan agama. Menurutnya, penguasaan ilmu pengetahuan perlu terus ditingkatkan, tetapi pembentukan adab dan akhlak tidak boleh dikesampingkan. Pendidikan yang berhasil bukan hanya melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, melainkan juga memiliki kepribadian, integritas, dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai agama.

Kakanwil menekankan bahwa guru pendidikan agama Islam memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter peserta didik. Karena itu, guru harus terlebih dahulu menunjukkan keteladanan melalui sikap disiplin, tanggung jawab, dan perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Keteladanan dinilai menjadi salah satu pendekatan pendidikan yang sangat efektif karena peserta didik tidak hanya belajar, dari apa yang disampaikan guru, tetapi juga dari apa yang mereka lihat dan saksikan.

“Fondasi utama akhlak adalah akhlak kepada Allah SWT. Pendidikan agama harus mampu mengarahkan peserta didik untuk mengenal Allah, memahami keesaan-Nya, serta menyadari kebesaran-Nya melalui berbagai ciptaan. Alam semesta merupakan salah satu sarana pembelajaran yang dapat digunakan untuk menumbuhkan kesadaran spiritual. Setiap fenomena alam seharusnya menjadi kesempatan bagi manusia untuk merenungkan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT,” paparnya.

Kakanwil juga mengingatkan pentingnya mendidik dengan penuh kesabaran. Anak dan peserta didik merupakan amanah sekaligus anugerah dari Allah SWT., yang harus dijaga dan dibimbing dengan penuh tanggung jawab. Oleh karena itu, guru perlu memahami perbedaan karakteristik peserta didik dan memberikan pendampingan secara bijaksana, penuh kasih sayang, serta berorientasi pada pembentukan kepribadian yang baik.

Dalam konteks penguatan karakter berbasis kearifan lokal, Kakanwil mengangkat sejumlah nilai luhur masyarakat Sulsel yang relevan dengan ajaran Islam. Nilai *sipakatau* yang mengajarkan saling memanusiakan, *sipakalebbi* yang mengandung makna saling menghormati dan memuliakan, *sipatokkong* yang menekankan pentingnya saling menopang, serta *siri’ na pacce* yang berkaitan dengan kehormatan, harga diri, dan solidaritas sosial, merupakan modal budaya yang dapat diintegrasikan dalam proses pendidikan.

Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bagian dari pembentukan karakter peserta didik, sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang menghargai sesama, memiliki kepedulian sosial, menjunjung tinggi kehormatan, dan mampu hidup berdampingan secara harmonis.

Secara khusus, Kakanwil mengajak seluruh pengurus dan anggota KKG PAI Sulsel, untuk memelihara semangat persatuan melalui filosofi *mabbulo sibatang*. Filosofi ini menggambarkan kekuatan yang lahir dari kebersamaan, kekompakan, dan kesediaan untuk saling menopang. Menurutnya, KKG PAI harus menjadi rumah bersama bagi seluruh GPAI untuk membangun kolaborasi, memperkuat kompetensi, dan mengembangkan kualitas pendidikan agama Islam.

Dalam suasana penuh keakraban, Ali Yafid juga menyelipkan kelakar mengenai keberadaan dua malaikat di antara jajaran pengurus KKG PAI. Candaan tersebut merujuk pada dua orang pengurus yang memiliki nama Jibril dan Israil, sehingga menghadirkan suasana hangat dan penuh keakraban di tengah kegiatan.

Kesempatan itu Kakanwil menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah hadir dan berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat melahirkan semangat baru dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme GPAI di Sulsel.

“Melalui kegiatan ini, KKG PAI Provinsi Sulawesi Selatan diharapkan semakin kokoh sebagai wadah pengembangan profesi, kolaborasi, dan peningkatan mutu pendidikan agama Islam. Lebih dari itu, organisasi ini diharapkan mampu mengambil peran strategis dalam membangun generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, kuat dalam keimanan, serta memiliki karakter dan akhlak mulia,” harap Ali Yafid.

Sebelumnya, Ketua KKG PAI Provinsi Sulawesi Selatan, Hj. Andi Sukmawati, S.Ag., M.Pd.I, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dukungan serta kerja sama seluruh guru pendidikan agama Islam di Sulawesi Selatan. Ia menilai bahwa kekuatan utama organisasi terletak pada besarnya potensi sumber daya manusia yang dimiliki oleh para GPAI.

Ia juga optimis bahwa KKG PAI Sulsel ke depan dapat terus berkembang, dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi dunia pendidikan, meskipun organisasi masih menghadapi keterbatasan dari sisi pendanaan. Baginya, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bergerak, melainkan tantangan yang harus dijawab melalui kreativitas, solidaritas, dan semangat pengabdian seluruh anggota.

Pelantikan dan rapat kerja ini menjadi momentum konsolidasi organisasi dalam merumuskan program serta arah pengembangan KKG PAI ke depan. Sementara itu, Workshop Pembelajaran Mendalam dan Penerapan CP 020 menjadi ruang penguatan wawasan dan kompetensi guru agar mampu merancang serta melaksanakan pembelajaran yang lebih bermakna dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. (Dirman).

Facebook Comments Box
You might also like