Makassar, Pedomanku.id:
Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, Firdaus dijadwalkan melantik Pengurus SMSI Provinsi Sulawesi Selatan, 2025-2030. Pelantikan berlangsung di Hotel Maleo, Jalan Pelita, Kamis, 11 September 2025.
Kepastian pelantikan itu mengemuka di sela sela rapat pengurus SMSI Sulawesi Selatan, di Sekretariat SMSI, Kompleks Pasar Segar, Ruko Mirah RB 3, Kecamatan Panakkukang Makassar, Sabtu, 6 September, sore ini.
Rapat dipimpin Plt Ketua SMSI Sulawesi Selatan Anwar Sanusi itu juga dihadiri Sekretaris (Mappiar HS), dan pengurus lainnya, termasuk ketua dan sekretaris panitia pelantikan (Rahman dan Nur Syahrir).
Anwar Sanusi mengakui, pihaknya telah memperoleh kepastian, jika Ketua SMSI langsung yang datang melantik. Karena itu, dia mengharapkan jajajaran pengurus mempersiapkan diri untuk mengikuti seluruh agenda pelantikan.
Harapan senada dimukakan baik oleh Mappiar, Ikhsan DJ, Rahman, Nur Syahrir, dan lainnya. Mereka berharap, momen pelantikan yang nantinya akan dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan, dan pejabat penting lingkup Pemprov Sulsel dan Kota Makassar, serta Kapolda, Pangdam, dan pejabat penting lainnya itu sebagai penanda, betapa strategisnya peran SMSI Sulawesi Selatan dalam peta jurnalisme digital nasional.
Kehadiran Ketua SMSI Pusat dan pejabat penting lingkup Sulawesi Selatan menjadi penanda bahwa, dari buah buah pemikiran SMSI yan dinarasikan dalam media siber menjadi titik baik, sebuah awal, dan peneguhan komitmen terhadap masa depan jurnalisme digital yang profesional dan berintegritas.
“Momen pelantikan ini lebih dari sekadar seremoni formal. Ini adalah simbolisasi kepemimpinan baru dan penyerahan tanggung jawab besar kepada para jurnalis dan pemilik media siber di Sulawesi Selatan. Dan tentunya, kehadiran langsung Ketua SMSI Pusat menandakan betapa strategisnya peran SMSI Sulawesi Selatan dalam peta jurnalisme digital nasional, serta harapan besar yang diberikan kepada kepengurusan baru,” tutur Mappiar, seraya berharap dari bumi Sulawesi Selatan ini, SMSI mampu memberi contoh terbaik bagi organisasi sejenis di tanah air.
Sebab, jelas mantan Pimpinan Redaksi Harian Ujungpandang Ekspres itu, ekosistem media siber di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan, bergerak dengan dinamika begitu cepat. Pasalnya, dari satu sisi, teknologi maju saat ini membuka ruang bagi inovasi, kecepatan informasi, dan jangkauan yang tidak terbatas.
“Meski begitu, di sisi lain, tantangan seperti serbuan informasi palsu (hoaks), etika jurnalistik yang terkikis, keinginan bisnis media siber lokal, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) jurnalis perlu menjadi parhatian seluruh jajaran SMSI di Sulawesi Selatan,” tambah Mappiar.
Seperti diketahui, pelantikan kepengurusan SMSI peridoe 2025-2030 tersebut setelah sehari sebelumnya, yakni Rabu 10 September sejumlah jurnalis beken bertarung dalam hajatan Musyawarah Provinsi (Musprov). Mereka yang disebut sebut siap bertarung di antaranya, Mappiar HS, Anwar Sanusi, Ikhsan, Nur Syahrir, serta Rahman.
Meski sama sama menyatakan siap, namun tidak nampak aura ketegangan di antara mereka. Pasalnya, Musprov SMSI bukan perebutan jabatan ketua masa hikmad 2025-2030, melainkan menjadi ajang silaturahmi, termasuk membangun komitmen yang kuat dalam memajukan SMSI, memanej, dan menetukan arah yang baik bagi ratusan media siber yang ada di Selatan Pulau Sulawesi ini.
Anwar Sanusi misalnya menegaskan, dengan bekal pengalaman dan pemahaman mendalam tentang dinamika media digital, tentunya siap memimpin organisasi penting ini. Pernyataan Anwar Sanusi, disampaikan di Sekretariat SMSI, Kompleks Pasar Segar, Ruko Mirah RB 3, Kecamatan Panakkukang Makassar, Sabtu, 6 September 2025.
Plt Ketua SMSI Sulawresi Selatan itu mengaku, Musprov yang akan dihelat pada Rabu, 10 September nanti, merupakan ajang yang tepat mencalonkan dirinya memimpin organisasi pemilik media terbesar di Sulawesi Selatan saat ini.
“SMSI, sebagai pilar penting dalam ekosistem media siber nasional, memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas, profesionalisme, dan keberlangsungan industri pers di era digital. Di Sulawesi Selatan, salah satu provinsi dengan dinamika media siber yang sangat tinggi, kepemimpinan SMSI menjadi kian krusial,” tutup Anwar sanusia.
Tak kalah dengan Anwar Sanusi, Mappiar, maupun Ikhsan sama sama mengatakan, bakal menjadikan Musprov bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan ajang adu gagasan dan visi cemerlang yang akan menentukan arah masa depan media siber di provinsi yang dipimpin Andi Sudirman, dan Fatmawati Rusdi ini.
“Yang pasti, Musprov SMSI ini bukanlah perebutan kekuasaan kursi ketua semata. Melainkan ini adalah kontestasi gagasan, adu strategi, dan pertarungan visi misi tentang bagaimana SMSI Sulsel harus berjalan dengan baik di Sulawesi Selatan ini,” tutur Mappiar.
Mantan Pimpinan Redaksi Harian Ujungpandang Ekpres ini menambahkan, setiap pengurus SMSI Sulawesi Selatan memiliki kesempatan maju sebagai calon ketua. Apalagi, para yang tergabung SMSI ini tentunya memiliki beragam latar belakang dan pengalaman di bidang jurnalistik.
Mereka yang menyatakan siap mencalonkan diri tentu telah mengantongi berbagai program prioritas, mulai dari peningkatan kapasitas SDM media, penguatan jaringan kemitraan. Meski Musprov nanti akan menjadi panggung bagi kandidat, namun solusi terakhir yang diharapkan adalah musyawarah mufakat.(din pattisahusiwa/sie humas dan publikasi panitia pelantikan)