Makassar, Pedomanku.id:
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar seakan tak pernah sepi. Lembaga pemerintah nonstruktural bermarkas di Jalan Teduh Bersinar Nomor 5 Makassar ini tidak sekadar menjadi tempat belajar bagi BAZNAS di Sulawesi Selatan semata, melainkan dari daerah lain di tanah air. Senin, 22 Juli hari ini misalnya, lembaga amil terpercaya dipimpin H.Ashar Tamanggong, Ahmad Taslim, H.Jurlan Em Saho’as, H.Waspada Santing, dan H.Syaharuddn Mayang ini didatangi BAZNAS Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Kehadiran BAZNAS Kabupaten Bekasi, ke BAZNAS Kota Makassar merupakan pertama kali kunjungan ke luar Jawa. Tidak lain karena, mereka tertarik dengan berbagai program unggulannya. Di antaranya, Sedekah Jumat Tolak Bala, atau SeJuTa, beasiswa Santri Tahfidz, zakat profesi dari Polres Pelabuhan Makassar, infak uang panaik, dan rencana zakat perorangan dari RT/RW se Kota Makassar.
Pernyataan tersebut dikemukakan Wakil Ketua III Bidang Pelaporan dan Keuangan BAZNAS Kabupaten Bekasi, H.Aminullah, SE, saat memulai sambutan pembukaan dalam kunjungan silaturahmi tersebut.
Turut mendampingi H.Aminullah, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan (H.Royani,MA), Kabag Kesra Pemkab Bekasi (Indra.S.Stp,MM), Kasi Ziswaf (H.Asep, S.Ag). Satuan Audit Internal (SAI)– Jatmiko,SE, Supervisor PKP (Ade Nurseha), Supervisor PDP (Hafizh Rahmatulloh), Staff PDP (H.Ahmad Ramdhani), Staff PDP (Lutfi Yazid), dan staff SAU (Niken Permatasari).
Kunjungan silaturahim BAZNAS Kabupaten Bekasi diterima Ketua BAZNAS Kota Makassar, (H.Ashar Tamanggong, didampingi Wakil Ketua II,III,dan IV (H.Jurlan Em Saho’as, H.Waspada Santing, dan . H.Syaharuddin Mayang). Turut mendampingi, Bendahara (H.Syaharuddin), Kabag I,II,III,dan IV (Astin Setiawan, Nabil Salim, Badal Awan, dan Andi Fifi), serta sejumlah staff.
Di hadapan tamu BAZNAS Bekasi, baik H.Ashar Tamanggong, H.Jurlan Em Saho,as, maupun Syaharuddin Mayang menjelaskan berbagai program, baik yang saat ini berjalan, maupun rencana pengumpulan ke depan.
Ketiganya menyebutkan, sejak dilantik pada Maret 2021 lalu, hingga saat ini, BAZNAS Kota Makassar terus berupaya menghadirkan program program yang membuat senyum para mustahik.
Program SeJuTa misalnya, sebut Ashar Tamanggong, tidak dilakukan di masjid masjid usai shalat jumatan, tetapi menyasar perkampungan perkampungan kumuh.
“Di perkampungan kumuh itu, terdapat begitu banyak mustahik. Mereka benar benar membutuhkan menu bergizi. Makanya, kami datang menyapa mereka pagi pagi setiap jumat. Di situ mereka terlihat tersenyum bahagia. Setelah mereka menyantap menu bergizi yang diserahkan, baru mereka melakukan aktivitas sehari hari sebagai pemulung, ataupun kegiatan lainnya” ujar ATM—sapaan akrab Doktor lulusan Universitas Muslim Indonesia )UMI) Makassar itu.
Menyinggung asal dana dari program SeJuTa, da’i kondang kelahiran Takalar ini mengakui, berasal dari donasi para Muzakki—atau orang orang berkemampuan. Para donatur itu, sekalipun dimulai dari Rp5000, tetapi sangat bernilai. Mereka menstransfer mula Kamis, bukan saja dari Kota Makassar, melainkan di daerah lain, malah di provinsi lain. “Dan tak kalah penting, yang turut mentransfer juga dari Bekasi,” urainya.
H.Jurlan Em Saho’as mengakui, dalam hal distribusi, pihaknya memegang teguh pada lima bidang. Yakni, kesehatan, kemanusiaan, dakwah, dan advokasi, serta ekonomi. Kelima program ini, tidak boleh keluar dari delapan golongan penerima. Yakni, fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharimin, fisabilillah dan ibnu sabil.
“ Dan tentunya, dalam menjalankan program, wajib hukumnya BAZNAS berpegang teguh pada tiga aman. Yakni, Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI,” jelas salah satu penyair Indonesia yang berhasil masuk “Top 10” juara lomba tulis puisi dan Cerpen 2023 tingkat nasional yang diselenggarakan komunitas Literasi kita Indonesia lewat karya puisinya berjudul “Iqra atas nama Allah” ini.
Menurutnya, keseluruhan dana dari begitu banyak program, khususnya berhubungan dengan Bidang II yang digawanginya tidak terlepas dari peran positif Walikota Makassar, Moh.Ramdhan Pomanto dam jajarannya. Khususnya para ASN beragama Islam diambil 2,5 persen gajii melalui sistem payroll. Selain, itu ada pula zakat dari jajaran Polres pelabuhan, dan lainnya. Di antaranya, Perusda Perusda, intansi dan lembaga terkait lintas sektoral, UPZ-UPZ masjid, hingga orang perorang.
H.Syaharuddin menambahkan, guna memperkuat program pengumpulan, pihaknya menginisiasi pembentukan zakat perseorangan, yaitu para RT dan RW se Kota Makasar. Jumlahnya pun besar, mendekati angkat 6000.
Selain RT/RW, pria kelahiran Kabupaten Barru, 5 Oktober 1970 ini menyebutkan, pihaknya berupaya memperbaharui UPZ UPZ yang sudah ada saat ini. Termasuk, menggagas pembentukan UPZ di pasar pasar, di ruko ruko, di Perusda Parkir, terminal, badan badan usaha, di kawasan Indutsri Makassar (KIMA), dan lainnya.
“Tentunya, jika saja semuanya berjalan lancar dan sesuai niatan yang baik, maka sekalipun hasilnya tidak didapat saat ini, namun dirinya merasa bersyukur. Mengapa, pihaknya menggerakan program pengumpulan tersebut, tidak lain, karena dirinya berpegang pada potensi zakat, infak, dan sedekah di Kota Makasar yang berada di angka Rp1,7 triliun setiap tahun,” tutup H.Syaharuddin yang juga Ketua Bidang Pemberdayaan Ekonomi dan Kewirausahaan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Makassar 2022-2027 ini.
Sebelum mengakhirnya silaturahmi, tamu dari BAZNAS Kabupaten Bekasi baik H.Aminullah, maupun H.Royani,MA, Indra.S.Stp,MM, maupun H.Asep, S.Ag sama sama menyampaikan berbagai prorgam unggulan kabupaten yang terdiri atas 23 kecamatan, bersuku aslinya Sunda tersebut.
Mereka juga mengemukakan, mempunyai 5 program unggulan yang dilaksanakan secara berkesinambungan. Yaitu, Bekasi Cerdas, Bekasi Peduli, Bekasi Sehat, Bekasi Taqwa dan Bekasi Mandiri. Tentunya, program tersebut diharapkan membantu pemerintah kabupaten mengatasi kemiskinan.
Program Bekasi Cerdas di antaranya, memberikan bantuan biaya sekolah yang terbagi menjadi dua, biaya pendidikan 2 semester dan beasiswa Tahfiz dan mahasiswa. Untuk program Bekasi Taqwa meliputi tentang bantuan fisabilillah, bantuan kepada marbot masjid, keranda dan tempat pemandian jenazah, guru ngaji dan pelatihan imam masjid.
Bekasi Sehat, di antaranya bantuan kaki atau tangan palsu dan kursi roda. Kemudian Bekasi Peduli, meliputi kegiatan Baznas On The Road yang merupakan bantuan sembako yang rutin dilaksanakan dua kali dalam setahun, bantuan bencana alam atau bencana lainnya yang bersifat urgensi. Termasuk, Bekasi Mandiri yang meliputi kegiatan pendidikan dan pelatihan keterampilan kepada anak-anak muda di berbagai kecamatan selama seminggu berupa teori dan praktek, misalnya Teknisi AC dan pemberian sertifikasi. Silturahmi diakhiri dengan saling tukar menukar cenderamata.
Seperti diketahui, BAZNAS lain yang pernah belajar ber-BAZNAS di Makassar, di antaranya BAZNAS Provinsi Sulawesi Barat—yang berguru penggunaan aplikasi Sistem Informasi Manajemen BAZNAS, atau SIMBA, Senin 15 Mei 2023, BAZNAS Metro Bandar Lampung, BAZNAS Kabupaten Tanggamus di Provinsi Lampung, BAZNAS Provinsi Gorontalo– Senin, 28 Maret 2022, BAZNAS Kota Bontang–Kalimantan Timur– (Kamis, 3 Maret 2022, BAZNA Kota Palopo, pada Senin 22 April 2024—yang menggali potensi penerimaan zakat, khususnya maal di Ibukota Sulawesi Selatan ini. (din pattisahusiwa—tim media baznas kota makassar)