Makassar, Pedomanku,id:
Islam menempatkan kekayaan manusia di tempat yang tinggi. Sementara, tuhan menciptakan manusia dalam bentuk paling terbaik. Namun, kemuliaan bisa saja runtuh, akibat ketidakadilan sosial, kemiskinan, atau ketiadaan pengakuan hukum. Di sinilah, BAZNAS serta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dibentuk.
Meski BAZNAS dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) tidak saling bersentuhan. BAZNAS misalnya, berada di garda terdepan filantropi Islam yang mengelola zakat, infak, maupun sedekah untuk kemasalahatan ummat. Sementara, Dinas Dukcapil memiliki otoritas sipil yang mengurus adminitrasi kependudukan.
Itulah mengapa, kehadiran BAZNAS, maupun Dinas Dukcapil adalah bukti bahwa birokrasi dan kemanusiaan bisa berjalan beriringan dengan indah.
Keduanya mengingatkan, bahwa esensi dari pembangunan bukan hanya tentang gedung gedung mewah, atau jalan yang bagus, melainkan ber-DAMPAK pada tersenyumnya para mustahik yang berada di bawah garis kemiskinan ektrem, agar mereka bisa makan, bisa mendapat bantuan modal usaha, termasuk anak anak mereka bisa mendapat beasiswa dari BAZNAS. Termasuk, leganya keluarga yang melihat anak anak resmi tercatat sebagai warga Kota Makassar yang diakui hak haknya.
Demikian yang mengemuka pada kunjungan silaturahmi pimpinan BAZNAS Makassar dengan Kadis Dukcapil—Muh.Hatim, Senin, 27 Juli 2026.
Turut mendampingi Ketua BAZNAS, Yusran Sofyan, Abd. Azis Ilyas, H. Ahyar Amnur, dan Prof.Yusriani (Wakil Ketua I, II, III, dan IV). Sementara Kadis Dukcapil didampingi Sekdis Andi Salman Baso.
Kadis Dukcapil, Muh. Hatim mengemukakan, pihaknya siap menerima pimpinan BAZNAS untuk sosialisasi terkait zakat profesi, ataupun menyangkut infak, maupun sedekah untuk seluruh ANS, termasuk PPPK muslim lingkup dinas yang dipimpinnya.
Muh. Hatim mengaku, dirinya sejak lama mengerti betul kedudukan zakat, infak, maupun sedekah. Malah, zakat itu adalah rukum Islam. Artinya, kedudukannya di antaranya sama dengan melaksanakan ibadah haji di tanah suci Mekkah. (din pattisahusiwa/tim media baznas makassar)