Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes (tengah) bersama pimpinan BAZNAS Kota Makassar di arena Rakernas BAZNAS di Jakarta.
Jakarta, Pedomanku,id:
Jumat, 16 Oktober 2026 hari ini, menjadi momen istimewa jajaran BAZNAS Kota Makassar. Betapa tidak, di tengah tengah kesibukan mengelola program-program keumatan dan pelayanan zakat yang tak pernah surut, Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, Umum, dan SDM, Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes merayakan hari jadi ke-43 tahun.
Meski masih berada di Jakarta mengikuti rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS, 13-15 Oktober, namun seluruh jajaran lembaga pemerintah nonstrtuktural di Ibukota Sulawesi Selatan ini mengucapkan “selamat ulang tahun kepada Maha Guru itu.
Sementara, Fitriani Ramly mewakili rekan rekannya sesama staff Bidang IV BAZNAS tak luput mengucapkan Selamat Ulang Tahun kepada Professor termuda FKM UMI Makassar tersebut. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memberikan dan melimpahkan kesehatan, keberkahan dan Panjang umur, kebahagiaan, kekuatan dalam menjalankan amanah dan pengabdian kepada ummat, serta selalu menjadi motivator bagi amil pelaksana, khususnya di bagian Adminitrasi, SDM, dan Umum. Termasuk sukses dalam menjalankan amanah MULIA sebagai salah satu pimpinan BAZNAS Makassar.
“Kami di Bidang IV BAZNAS mendoakan di hari jadi Ibu Prof.Yusriani, agar ibu bersama seluruh pimpinan dan staff amil BAZNAS Makassar lebih Solid, Amanah, dan Berdampak, khususnya dalam mengemban misi kemanusiaan, serta pengentasan kemiskinan di Kota Makassar. Semoga sinergi dan kekompakan terus terjaga, sehingga kita bisa terus memberikan yang terbaik bagi para muzakki dan mustahik,” tulis Fitriani Ramly, dalam unggahannya di WA.
Sehari sebelum merayakan hari jadi, Kamis, 15 Oktober kemarin, atau menjelang penutupan Rakernas, Prof. Yusriani menuturkan jalannya kegiatan yang dibuka Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar yang berlangsung di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jalan H.Benyamin Sueb Kv.B6, Jakarta Pusat itu. Tema Rakernas kali ini “Konsolidasi Zakat Indonesia Produktif dan Berdampak”.
Ia menyebut, saat membuka Rakernas, Prof. Nasaruddin Umar menekankan, BAZNAS adalah lembaga yang kredibel, transparan, serta diawasi ketat berbagai pihak. Sehingga masyarakat diimbau mempercayakan penyaluran zakat, infak dan sedekahnya kepada BAZNAS.
Sementara Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc manargetkan pengumpulan ZIS-DSKL secara nasional mencapai Rp70 triliun tahun 2027.
Di tengah dinamika zaman yang bergerak secepat kilat, di mana teknologi merajai lini kehidupan, dan tantangan sosial ekonomi kian kompleks, maka lembaga filantropi Islam tidak boleh tinggal diam. Karenanya, BAZNAS periode 2026–2031 pun bersiap melangkah ke babak baru.Yaitu, merumuskan strategi baru. Di mana, Visi dan Misi, tidak hanya adaptif terhadap zaman, tetapi juga berakar kuat pada esensi kemanusiaan, dan keadilan sosial.
“BAZNAS periode 2026–2031 merupakan ‘leap forward’, atau lompatan besar untuk bertransformasi dari sekadar pengelola dana umat, menjadi motor penggerak peradaban zakat global,” ujar tutur Prof Yusriani.
Di bagian lain, ia menyebut, saat ini, BAZNAS telah membayangkan sebuah masa depan. Di mana zakat menjadi kekuatan utama penopang ekonomi bangsa.
Sebab, di antara hiruk-pikuk dunia yang sering kali berputar atas nama ambisi, kompetisi, dan akumulasi materi saat ini, ada sebuah sunyi yang kerap terlupa. Sunyi di sudut-sudut kota, di mana seorang ibu memikirkan esok hari keluarnya dari bayang-bayang kelaparan. Sunyi di bilik-bilik reot tempat seorang anak memandang buku pelajarannya yang compang-camping, dan sunyi sunyi lainnya.
Karena itulah, BAZNAS merancang visi baru agar lebih tajam, inklusif, dan berdampak luas. Meskipun rumusan final terus disempurnakan melalui konvensi para ulama, pakar ekonomi syariah, dan praktisi amil.
Yang pasti, jelasnya, visi BAZNAS 2026–2031 mengerucut pada satu muara yaitu, “Menjadi Pengelola Zakat yang Amanah, Profesional, dan Terdepan dalam Mewujudkan Kesejahteraan Ummat, serta kemandirian bangsa melalui transformasi digital dan pemberdayaan berkelanjutan.”
Professor Yusriani pun mengakui, setidaknya, ada tiga kata kunci yang menjadi DNA dari visi BAZNAS. Yaitu, Amanah (integritas tinggi), Modern (transformasi digital penuh), dan Dampak (pengentasan kemiskinan yang permanen).
Menurutnya, dalam menjabarkan misi strategis BAZNAS 2026–2031, maka visi besar tersebut diterjemahkan ke dalam kerja nyata di lapangan. Misi Progresif misalnya, dibagi dalam sejumlah pilar. Mulai dari penguatan tata kelola berstandar global, digitalisasi total, dan dari konsuntif ke produktif, serta kemitraan strategis dan diplomasi zakat internasional.
Alumni terbaik UMI Makassar ini menambahkan, visi baru BAZNAS 2026–2031 adalah sebuah manifesto harapan. Visi ini adalah ikhtiar kolektif untuk membuktikan bahwa, Islam melalui instrumen zakat memiliki jawaban atas ketimpangan ekonomi global. Meski begitu, tantangan tentu ada di depan mata, mulai dari literasi zakat yang masih perlu ditingkatkan, hingga dinamika ekonomi global yang sulit diprediksi.
Namun, dengan fondasi keimanan, profesionalisme amil, dan dukungan seluruh umat, BAZNAS siap menyongsong 2031 bukan sebagai saksi perubahan, melainkan sebagai arsitek utama kesejahteraan ummat.
Satu satunya srikandi di jajaran pimpinan BAZNAS Makassar, yang pernah memegang amanah sebagai Kepala Laboratorium Komputer FKM UMI Makassar (2008-2012) itu melihat, hidup manusia itu penuh dengan ketukan.
Ketika mengetuk pintu rezeki lewat kerja keras, mengetuk pintu kesembuhan lewat ikhtiar medis, dan mengetuk pintu kedamaian lewat doa-doa panjang di sepertiga malam. Tetapi. ada satu cara paling pasti untuk membuka pintu langit—cara yang diajarkan oleh semesta dan disabdakan para nabi, yaitu mengetuknya dengan uluran tangan kepada mereka yang ada di bumi.
“Dan, saat tangan kita terulur memberi, maka sesungguhnya kita sedang mengirim sinyal ke angkasa. Sinyal tentang kepedulian, tentang pengakuan bahwa harta yang dititipkan bukanlah milik mutlak kita, melainkan ada hak orang lain yang dititipkan di dalamnya. Sedekah yang dikeluarkan dengan ikhlas adalah doa tanpa kata. Ia terbang menembus awan, mengetuk pintu langit, dan memanggil malaikat-malaikat untuk turun membawa keberkahan, menolak bala, serta melapangkan jalan hidup si pemberi,” urainya. (din pattisahusiwa/tim media banzas makassar)