Silaturahmi ke Perumda Pasar Raya, Pimpinan BAZNAS Sebut Pasar Medan Jihad Ekonomi

Pedomanku,id:

Pimpinan BAZNAS Kota Makassar masa khikmad 2026-2031 senantiasa melahirkan inovasi-inovasi menyejukkan. Selain memperkuat jajaran internal, lembaga pemerintah nonstruktural yang dipimpin H.Usman Sofian, Yusran Sofyan, Abd. Azis Ilyas, H. Ahyar Amnur, serta Prof. Yusriani mulai manyasar lembaga dan instansi lingkup Pemkot Makassar.

Usman Sofian di ruang kerjanya, Rabu, 12 Agustus pagi tadi membenarkan, jika jajarannya terus melakukan langkah kolaboratif dengan instansi terkait.

“Memang benar, mulai pekan ini, kami terus melakukan kunjungan silaturahmi. Tujuannya hanya satu, mengejar optimalisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS),” ujar Ketua BAZNAS Kota Makassar ini.

Menurutnya, Selasa kamarin, bersama pimpinan lainnya melakukan silaturahmi dengan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Makassar—Yohani Buapi, A.T.pthn, M.Si, Plt Dirut PDAM Makassar—A. Syahrum Makkurade,M.Si, serta Dirut Perumda Pasar Raya- Ali Gauli Arief, serta Kapolres Pelabuhan Makassar—AKBP Rise Sandiyantanti, SH, SIK, M. Si.

Di Perumda Pasar Raya misalnya, pihaknya diterima Dirut–Ali Gauli Arief, serta Dirum– H. Irfan Darmawan. Silaturahmi ini sarat makna antara dua pilar penting penggerak kesejahteraan di kota berpenduduk lebih 1,5 juta jiwa ini.

Usman Sofian mengaku, kehadirannya di Perumda Pasar Raya, bukan silaturahmi biasa, melainkan membawa misi besar, membuka simpul simpul kebaikan, serta menggali potensi ZIS.

“Saat silaturahmi, mengemuka bahwa, sebenarnya pasar itu bukan sekadar tempat bertemunya penjual dan pembeli semata, melainkan juga medan jihad ekonomi yang menyimpan potensi filantropi demikian besar. Para pedagang, tidak hanya berniaga untuk urusan dunia, tetapi sedang berinvestasi untuk akhirat mereka. Untuk itu, kami mengharapkan adanya ikatan MULIA dalam memperkuat dan mengangkat para mustahik yang berada di bawah garis kemikinan ekstrem, salah satunya melalui tangan Perumda Pasar Raya Makassar,” jelasnya.

Direktur Utama, maupun Direktur Umum Perumda Pasar Raya Makassar menyambut gagasan BAZNAS Makassar dengan antusiasme. Keduanya menyadari, jika keberhasilan sebuah pengelolaan pasar, tidak semata diukur dari pendapatan asli daerah (PAD), melainkan didalamnya ada berkah yang mengalir setiap saat, mendatangkan ketenangan batin, termasuk membersihkan harta perniagaan. (din pattisahusiwa/tim media banzas kota makassar).

Facebook Comments Box
You might also like