160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT


Ungkapan Perpisahan HM Ashar Tamanggong (Ketua BAZNAS Periode 2021-2026)

ATM (dasi hitam putih) bersama Ketua BAZNAS Makassar Dr.H.Usman Sofian,MA. (Foto:nyong).

Makassar, Pedomanku,id:
Serah terima jabatan (Sertijab) pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar periode 2021-2026 ke periode 2026-2031 akan dihelat, Senin 13 Juli hari ini. Sertijab dan tentunya pelantikan, Senin pekan lalu bukan sekadar seremoni administratif pergantian kepemimpinan semata. Dalam perspektif Islam, peristiwa ini adalah cerminan dari konsep “estafet amanah”–kepemimpinan yang sarat nilai spiritual.
Ketua BAZNAS Kota Makassar demisioner, Dr.HM. Ashar Tamanggong menulis, lima tahun memimpin BAZNAS Makassar bersama empat rekannya mengajarkan satu pelajaran besar.

Ia menyebut, yang paling berat ternyata bukan mengumpulkan zakat, infak, ataupun sedekah, melainkan menjaga hati agar tetap ikhlas. Sebab angka bisa dihitung, tetapi keikhlasan hanya Allah yang tahu.
“Saya bersyukur pernah menyaksikan bagaimana zakat, infak, dan sedekah mampu mengubah wajah yang muram menjadi ceria. Bagaimana tangan yang dulu menerima, kini mulai belajar memberi. Di situlah saya mengerti, rezeki bukan sekadar berpindah tangan, tetapi berpindah menjadi keberkahan, dan tentunya ke-MULIA-an” tuturnya.
Da’i yang juga penulis buku “Langit tak Pernah Offline” itu mengakui, jabatan sejatinya seperti mikrofon. Selama di tangan, suara akan terdengar keras. Begitu mikrofonnya diambil, barulah ditahu, apakah orang mendengar karena suara, atau karena mikrofonnya.
ATM—sapaan akrabnya mengingat satu kenyataan yang sering dilupakan. Di kantor, kita dipanggil “Pak Ketua”. Di rumah, kita dipanggil sesuai peran masing masing. Dan kelak di hadapan Allah, seseorang tidak dipanggil berdasarkan jabatan, tetapi berdasarkan amal.
“Karena itu jangan sedih ketika jabatan selesai. Yang perlu disedihkan adalah, jika kesempatan berbuat baik ikut selesai. Saya percaya, pensiun hanya berlaku untuk jabatan. Tidak untuk kebaikan. Tidak untuk sedekah. Tidak untuk dakwah. Tidak untuk mendoakan orang lain. Dan, tentunya tidak untuk menjadi manusia yang bermanfaat,” sebut Doktor predikat cumlaude Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar 2025 dengan disertasi ‘Manajemen Pendidikan Karakter MAN 2 dan SMA Islam Athirah Kota Makassar itu.
ATM juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh muzakki, para mustahik, para amil, pemerintah, ulama, media, dan semua sahabat yang telah menemani perjalanan selama lima tahun. Mohon maaf atas segala kekurangan.
“Saya hanyalah manusia yang sedang belajar menunaikan amanah. Hari ini Serah Terima Jabatan kepada pimpinan BAZNAS yang baru. Dan, Senin pekan lalu, saya meninggalkan kursi ketua dengan senyum. Sebab saya tahu, kursi memang harus ditinggalkan. Tetapi jejak pengabdian, semoga tidak pernah hilang. Bukankah hidup ini memang seperti estafet? Tongkat berpindah, pelari berganti, tetapi tujuan akhirnya tetap sama. Mencari rida Allah. Selamat tinggal jabatan. Jangan khawatir, saya tidak akan merindukanmu. Yang akan selalu saya rindukan adalah kesempatan untuk terus menjadi jalan bagi kebahagiaan orang lain,” tutupnya. (din pattisahusiwa/tim media baznas makassar)

Facebook Comments Box

Baca Juga