Maros, Pedomanku,id:
Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII telah sukses diselenggarakan di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, dengan pusat kegiatan utama di kawasan GOR David-Tony, Kecamatan Limboto. Acara dua tahunan berskala nasional ini berlangsung dari tanggal 20 hingga 24 Juni 2026
Keikutsertaan Kabupaten Maros dalam PENAS Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo membuka peluang investasi baru di sektor pertanian. Investor asal Gorontalo menyatakan minat menanamkan modal lebih dari Rp53 miliar untuk pengadaan dan pengembangan komoditas jagung di Kabupaten Maros.
Minat investasi tersebut datang dari PT Gorontalo Pangan Lestari yang berencana mengelola hingga 12.000 ton jagung. Penjajakan kerja sama dilakukan di sela kegiatan PENAS XVII yang mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas pertanian dari berbagai wilayah Indonesia.
Menurut Bupati Maros, Chaidir Syam, pada Sabtu, 20 Juni 2026, kehadiran Maros dalam PENAS XVII tidak hanya memberi manfaat berupa transfer pengetahuan dan teknologi pertanian, tetapi juga membuka peluang kerja sama ekonomi yang menjanjikan.
Bupati dua periode itu mengemukakan, selain menjadi sarana bagi petani dan nelayan untuk belajar dan bertukar pengalaman, kami juga mendapatkan peluang investasi yang sangat berharga untuk Kabupaten Maros.
Chaidir Syam melihat, rencana investasi tersebut dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat sektor pertanian, khususnya komoditas jagung. Tentunya, menjadi kabar baik bagi masyarakat karena dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka peluang yang lebih luas bagi petani jagung di Maros.
Gorontalo, jelas mantan Ketua DPRD Maros itu, merupakan salah satu daerah yang sukses mengembangkan komoditas jagung secara terintegrasi, mulai dari budidaya hingga pemasaran. Karena itu, pengalaman Gorontalo dinilai dapat menjadi referensi bagi pengembangan jagung di Maros.
Karena itu, Chaidir Syam berharap investasi yang sedang dijajaki tidak hanya meningkatkan produksi jagung, tetapi juga menciptakan kepastian pasar bagi petani. “Kita semua berharap, kiranya petani mendapatkan kepastian penampungan dan pemasaran hasil panen sehingga rantai produksi dan distribusi dapat berjalan lebih baik,” tutup bupati berpasangan dengan Muetazim Mansyur ini. (ozan)