BAZNAS Makassar bagi 5000 Masker Gratis ke Pengendara

Suasana pembagian masker. (foto:nyong)
Makassar, Pedomanku,id:

Di tengah riuhnya arus lalulintas, ada pemandangan yang sedikit berbeda dari hari-hari biasanya. Sejumlah titik strategis mendadak disesaki pengendara motor yang menepikan kendaraannya. Aksi itu bukan lantaran terjaring razia, melainkan karena sebuah gerakan kepedulian yang menyentuh hati. BAZNAS Kota Makassar melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) membagikan masker gratis kepada pengendara roda dua, maupun empat.

Aksi sosial yang dilakukan di Play Over, Rabu, 14 Oktober tadi, selain sebagai penanda dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola BAZNAS Makassar memiliki cakupan manfaat yang begitu luas. Di antaranya, ZIS bukan hanya tentang urusan perut, atau bantuan sembako, Pendidikan semata, tetapi merambah ke sektor kesehatan preventif, menyentuh langsung kelompok masyarakat yang paling membutuhkan perlindungan. Karena itu, melalui 5.000 masker yang dibagikan, mengirimkan pesan kuat tentang pentingnya kepedulian antarsesama.

Komandan BAZNAS Tanggap Bencana Makassar, Asrijal mengaku, beberapa hari belakangan, kondisi udara di Kota Makassar terasa kurang bersahabat. Musim kemarau berkepanjangan, ditambah kabut akibat kebakaran lahan, membuat BAZNAS Makassar tergerak, dan perlahan merasuk ke ruang ruang publik.

Menjawab pertanyaan mengapa pembagian masker kebanyakan bagi pengendara motor, Asrijal mengemukakan, melihat realitas harian para pengemudi motor, termasuk di dalamnya para Ojol adalah “pahlawan tanpa tanda jasa” di jalanan. Mereka menghabiskan berjam-jam di bawah kepungan debu jalanan, asap knalpot kendaraan bermotor, dan apalagi saat ini ditambah kepulan asap.

“Kita ketahui bersama bahwa, tanpa perlindungan yang memadai, paparan polusi kronis ini mengancam kesehatan pernapasan dalam jangka panjang. Sadar akan kerentanan inilah, BAZNAS Makassar bergerak cepat. Penyaluran 5.000 masker ini bukan sekadar bagi-bagi barang, melainkan bentuk ikhtiar nyata dalam menjaga kesehatan para pekerja jalanan yang menjadi tulang punggung keluarga,” tuturnya didampingi tim BTB Syarifuddin Pattisahusiwa, dan dua mahasiswa magang dari
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Azhar Gowa, Rifai dan Muh.Rayhan, serta sejumlah relawan BAZNAS.

Pernyataan senada dikemukakan Kepala Bagian II Bidang Pendisribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Makassar, Nabil Salim. Dia menambahkan, aksi kemanusiaan yang dilakukan lembaga pemerintah nonstruktural yang dipimpin Dr. H. Usman Sofian, MA, H. Yusran Sofyan, SE, S.Kom, MH, Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag, MH, H. Ahyar Amnur, S.Ag, M.Pd, serta Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes itu bukan sekadar kegiatan karitatif biasa.

Nabil Salim menambahkan, seluruh program BAZNAS disesuaikan dengan visi BAZNAS 2026-2032 yaitu, ‘Mewujudkan Tata Kelola Zakat yang Amanah, Professional, Inklusif, dan Berdampak. Visi BAZNAS Makassar ini relevan dengan visi Pemerintah Kota Makassar yaitu, Makassar Unggul, Insklusif, Aman, dan Berkelanjutan. (din pattisahusiwa)

Facebook Comments Box
You might also like