Makassar, Pedomanku,id:
Salah satu dari lima perkara Fitrah manusia adalah Khitan—atau sunat. Fitrah manusia ini merupakan bagian penting yang diajarkan para nabi. Tujuannya untuk menjaga kebersihan lahiriah dan batiniah. Khitan yang dilakukan Alumni SMAN 3 Makassar yang berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat (BAZNAS) Kota Makassar misalnya.
Khitanan gratis di SMAN 3 Jalan Baji Areng ini, bukan semata agenda reuni para senior semata, melainkan sekaligus wujud dari nilai nilai luhur yang diajarkan Islam, yaitu semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama muslim.
“Bagi kami, khitanan gratis bagi keluarga dhuafa inilah merupakan salah satu inisiatif paling MULIA yang lahir dari ikatan persaudaraan alumni SMAN 3 (Smaga) Makassar. Apalagi, ada pelibatan sahabat sahabat kami dari lembaga amil teramanah yaitu BAZNAS Kota Makassar,” tutur Ketua Alumni SMAN 3 Kota Makassar, H.Nasran Mone di sela sela sunatan bagi lebih 100 anak dhuafa.
Khitanan gratis yang digagas para alumni Smaga ini, adalah bentuk nyata dari penyucian jiwa, dan bukti syukur dari para alumni terhadap almamaternya.

Menyinggung kolaborasi dengan BAZNAS Makassar dalam khitanan gratis kali ini, aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di masanya itu menyambut dengan antusias. Ia malah menyebut, kolaborasi dengan lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini Makassar itu demikian penting.
Kegiatan sosial yang digelar para alumni dari salah satu SMA unggulan di ibukota Sulawesi Selatan ini menjadi kekuatan kolektif yang mampu menggerakkan perubahan di akar rumput.
Karena itu, Nasran melihat, dengan memfasilitasi anak-anak dari keluarga dhuafa dalam berkhitan, sebagai penanda bahwa, para alumni SMAGA Makassar, sejatinya sedang membantu menunaikan hak dasar seorang muslim untuk menjaga kebersihan dan kesucian diri. “Tentunya, ini adalah dakwah yang bersifat praktis dan menyentuh kebutuhan fisik sekaligus spiritual,” urainya.
Anggota DPRD Kota Makassar tiga periode di masanya itu melihat, kesuksesan khitanan bagi anak keluarga dhuafa di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini tidak semata berhenti pada keakraban antar-alumni, melainkan meluas menjadi jaringan kebaikan.
Sebelum mengakhiri pernyataannya, ayah kandung H.Irfan Darmawan,SH–Ketua Umum DPP Angkatan Pembaharuan Pemuda Indonesia (APPI) itu mengemukakan, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
“Alumni SMA Negeri 3 Makassar, melalui khitanan gratis ini, telah mentransformasi dari ruang reuni yang biasanya bersifat internal, menjadi ruang pengabdian yang bersifat eksternal. Kami para alumni di sekolah ini tidak hanya bernostalgia tentang masa putih abu-abu, tetapi juga memastikan masa depan generasi penerus terbantu melalui akses kesehatan yang layak. Ini adalah bentuk manifestasi iman yang tidak hanya berhenti di lisan, namun berwujud nyata dalam aksi sosial. Terima kasih BAZNAS Makassar,” tutupnya didampingi Ali Imran, salah seorang alumni SMAN 3 Makassar.
Sementara itu, pimpinan BAZNAS Makassar diwakili Wakil Ketua II, Syahruddin Mayang dalam sambutannya mengemukakan, untuk tahun ini BAZNAS akan mengkhitan lebih dari 1000 anak dhuafa.
“Seluruh biaya dalam khitanan ini ditanggung sepenuhnya oleh BAZNAS Kota Makassar,” ujarnya.
Menyinggung asal dana, Syahruddin Mayang mengaku berasal dari zakat, infak, dan sedekah dari ASN Pemkot Makassar, para muzakki, termasuk UPZ yang berpangkalan di masjid masjid.
Sementara itu, Nurbetti-salah seorang orang tua usai mendampingi anaknya dalam khitanan ini mengaku bersyukur. Pasalnya, langkah yang dilakukan alumni dan BAZNAS Makassar telah membuktikan bahwa mereka bukan sekadar kelompok yang bangga akan nama almamater, tetapi mampu membumikan nilai-nilai Islam melalui tangan-tangan yang peduli. Semoga langkah ini menjadi inspirasi bagi banyak pihak, bahwa berbagi tidak harus menunggu kaya, dan memberi tidak harus selalu dalam kuantitas yang besar, selagi ada niat tulus untuk meringankan beban sesama demi mencari ridho Al-Khaliq. (Din Pattisahusiwa/tim media baznas kota makassar).