BAZNAS Makassar dan Masjid Al-Markaz Bahas Kolaborasi

Makassar, Pedomanku,id:

BAZNAS Makassar terus bertransformasi. Pengumpulan zakat misalnya,  dilakukan  lebih transparan, akuntabel, dan berbasis digital. Tujuannya, untuk lebih meningkatkan kepercayaan publik, utamanya muzakki dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya  melalui lembaga resmi negara yang satu ini.

Kepercayaan yang tinggi kepada BAZNAS Makassar ini, kemudian dikonversi menjadi program-program pendayagunaan yang menyentuh dan ber-DAMPAK langsung kepada mustahik, termasuk visi ‘Maslahat Beragama’ seperti digelorakan Walikota Makassar Munafri Arifuddin belakangan ini.

Program-program seperti Makassar Peduli, Makassar Sehat, Makassar Cerdas, dan Makassar Taqwa menjadi pilar utama BAZNAS Makassar. Sementara Masjid Al-Markaz Al-Islami, memiliki basis jemaah yang kuat.

“Jika keduanya disatukan,  tentu akan jauh lebih luas bagi kesejahteraan umat, sekaligus DAMPAK-nya dapat meminimalisasi angka kemiskinan ekstrem yang saat ini berada di kisaran 7.836 keluarga atau setara 47.261 jiwa,” ujar Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr.H.Usman Sofian, MA dikonfirmasi usai silaturahmi dengan jajaran Pengurus Masjid Al-Markaz Al-Islami, Jumat, 24 Juli 2026.

Saat silaturahmi itu, Dr.Usman Sofian didampingi tiga rekannya masing masing Yusran Sofian, SE, S.Kom, M.Si, Dr. Abd. Azis Ilyas, MH, serta H. Ahyar Amnur, S.Pd, M.Pd. Mereka diterima Imam Besar Masjid megah yang dibangun tahun 1994 dan selesai tahun 1996 itu, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc.M.Ag, dan Sekjen YIC Al-Markaz Al-Islami, Arman Arfah.

Dalam pertemuan yang berlangsung akrab itu, empat pimpinan BAZNAS masa hikmad  2026-2031 berharap, hubungan baik yang selama ini terbangun dipererat lagi. Sekaligus menjajaki kerjasama dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masjid yang dibangun atas prakarsa tokoh nasional asal Sulawesi Selatan, yang juga Panglima ABRI dan Menteri Pertahanan Keamanan di masanya, Jenderal TNI M Jusuf (kini Alm).

“Kami mengharapkan Yayasan Masjid Al-Markaz Al-Islami dapat berkolaborasi dengan BAZNAS Makassar,” demikian yang mengemuka dari pimpinan BAZNAS Makassar.

Di sisi lain, Masjid Al-Markaz Al-Islami bukan sekadar tempat beribadah, melainkan salah satu simbol mercusuar ilmu, kebudayaan, dan pusat aktivitas sosial masyarakat Islam Makassar. Dengan jemaah yang masif dan posisi strategisnya, potensi pengumpulan dana sosial keagamaan di masjid ini terbilang besar.

“Nah, potensi inilah yang ingin diikat dan dikelola secara lebih profesional, akuntabel, serta tepat sasaran melalui sinergi bersama BAZNAS Makassar. Apalagi, dalam pandangan BAZNAS Makassar, masjid memiliki peran historis dan fundamental sebagai pusat pengentasan kemiskinan—sebagaimana yang dicontohkan di masa Rasulullah SAW,” tutup alumni Fakultas Agama Islam Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu, seraya menambahkan dalam silaturahmi itu seorang pimpinan BAZNAS Makassar lainnya yakni, Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes tidak sempat hadir lantaran menghadiri salah satu kegiatan yang tidak kalah penting.

Sementara itu, baik Prof.Dr.H.Muammar Bakri, maupun Arman Arfah sama sama mengaku niatan baik pimpinan BAZNAS Makassar merupakan loncatan pemikiran demikian MULIA.  (din pattisahusiwa/tim media baznas kota makassar)

Facebook Comments Box
You might also like