Makassar, Pedomanku,id:
BAZNAS Kota Makassar bersama Muhammadiyah Boarding School (MBS) Awwalul Islam Makassar, Jalan Tol Ir Sutami, menggelar sunatan anak keluarga dhuafa. Sunatan gratis bagi 71 anak ini menorehkan kisah hangat yang menggetarkan hati, sekaligus hajatan begitu MULIA.
Wakil Ketua II BAZNAS Kota Makassar, Dr. Abdul Azis Ilyas, MH didampingi tim BAZNAS dan mahasiswa PKL Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Rabu, 26 Agustus mengemukakan, bagi masyarakat berada, sunatan hanyalah ritual kesehatan bagi anak laki-laki, namun bagi keluarga dhuafa, biaya sunat, menjadi beban finansial cukup berat.
“Di sinlah kehadiran BAZNAS sebagai lembaga zakat, menjelma menjadi oase di padang pasir bagi keluarga dhuafa,” ujarnya, seraya mengaku sunat bukan hanya soal kebersihan dan kesehatan organ reproduksi semata, melainkan sekaligus bagian dari fitrah dan syariat yang menandai langkah awal seorang anak laki-laki menuju baligh.
Menurutnya, BAZNAS Makassar, dengan amanah sebagai pengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS), terus membuktikan bahwa setiap rupiah yang dititipkan umat disalurkan tepat sasaran.
Menyinggung asal dana sunatan gratis, Abdul Azis Ilyas menyebut, berasal dari donasi ASN dan guru guru muslim Pemkot Makassar yang memberikan amanah kepada BAZNAS. Donasi dari UPZ UPZ baik dari instansi pemerintan maupun swasta termasuk masjid.
“Kita ketahui bersama bahwa, sebenarnya biaya setiap sunatan, apalagi menggunakan laser agak mahal, sekitaran dua juta rupiah. Hanya saja, sunatan melalui BAZNAS semuanya gratis. Malah, peserta juga diberi sarung, dan uang tunai pengganti transport ke lokasi sunatan,” tuturnya.
Terpisah, Fitrianti, orang tua Muh. Fadli– salah seorang anak yang disunat mengapresiasi BAZNAS Makassar yang telah melakukan program sunatan gratis ini. Penjual kue keliling di Jalan Adyaksa Baru ini, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Dengan mata berkaca-kaca, ia menceritakan betapa sudah lama menunda rencana menyunat anaknya karena penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari.
“Bagi kami yang kurang berada ini, sunatan gratis oleh BAZNAS Makassar ini, memberikan ketenangan yang luar biasa. Anak ini sudah pisah dari bapaknya lebih setahun lalu. Sementara saya menjual kue keliling untuk menghidupi enam anak yang masih kecil kecil. Dan, alhamdulillah, tidak ada kata lain kecuali, terima kasih BAZNAS. Saya tidak perlu pusing memikirkan biaya lagi. Anak saya sekarang sudah jadi ‘lelaki sejati’ tanpa harus membuat dapur tidak ngebul,” ujarnya penuh haru. (din pattisahusiwa/tim media banzas makassar)