Maros, Pedomanku, id:
Pengangguran yang tinggi menghambat percepatan pembangunan karena menurunkan produktivitas nasional, daya beli masyarakat, dan pendapatan negara. Dampak pengangguran terhadap pembangunan mengakibatkan penurunan pendapatan, mengurangi pendapatan per kapita, serta penerimaan pajak pemerintah. Termasuk daya beli melemah, sekaligus meningkatkan angka kemiskinan dan biaya sosial yang harus ditanggung pemerintah.
Untuk itu, di sela sela pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Maros, Bupati Chaidir Syam juga menyinggung pengangguran, kemarau akibat fenomena El Nino, kemiskinan hingga percepatan pembangunan menjadi deretan persoalan yang menjadi perhatian Pemkab Maros.
Menurutnya, pengangguran dapat menghambat lajunya pembangunan, yang tentunya mengakibatkan pada lemahnya pendapat daerah. Karena itu, bupati dua periode itu mengharapkan generasi muda harapan bangsa, utamanya yang ada di Maros dapat membekali diri dengan pengetahuan yang andal untuk menjawab tantangan bangsa.
Seperti diketahui, pelaksanaan hari Proklamasi Kemerdekaan berjalan lancar dan penuh khidmat. 72 anggota Paskibraka dengan formasi 81 berhasil menjalankan tugasnya dengan baik hingga sang saka merah putih berkibar dengan sempurna di langit Butta Salewangang.
Upacara HUT RI tingkat Kabupaten Maros digelar di Lapangan Pallantikang Kompleks Kantor Bupati Maros, Senin, 17 Agustus 2026. Upacara dipimpin Bupati Maros Chaidir Syam. Teks proklamasi dibacakan Ketua DPRD Maros Muh Gemilang Pagessa.
Wakil Bupati Maros Andi Muetazim Mansyur, Sekertaris Daerah Andi Davied Syamsuddin, para Kepala OPD lingkup Pemkab Maros, hingga unsur Forkopimda Maros hadir dalam upacara ini. (din)