160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT


Hardiknas 2026 : IWO Sulsel Tegaskan Peran Pers Sebagai Pilar Edukasi Publik

 

Makassar, Pedomanku,id:

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026 menjadi momentum penting untuk menegaskan peran strategis pers dalam memajukan pendidikan nasional.

Selain sebagai penyampai informasi, pers dinilai memiliki tanggung jawab besar sebagai agen edukasi publik yang turut mencerdaskan kehidupan bangsa.

Gagasan Ki Hadjar Dewantara yang menempatkan pendidikan sebagai proses “menuntun” manusia menuju kemerdekaan berpikir dinilai relevan dengan fungsi pers saat ini.

Melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan mendalam, media mampu memperluas akses pengetahuan serta mendorong lahirnya sistem pendidikan yang lebih adil dan berkualitas.

Namun, di tengah derasnya arus informasi digital, pers juga dituntut untuk terus berbenah. Profesionalisme menjadi kunci utama agar media tidak terjebak pada praktik sensasionalisme maupun penyebaran informasi yang tidak terverifikasi.

Penguatan kapasitas insan pers dinilai tidak lepas dari peran organisasi profesi. Lembaga seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), serta Ikatan Wartawan Online (IWO) terus mendorong peningkatan kualitas jurnalis melalui pelatihan, uji kompetensi, serta pendidikan berkelanjutan.

Pendidikan bagi wartawan tidak hanya mencakup keterampilan jurnalistik, tetapi juga pemahaman hukum, etika, dan literasi digital.

Dengan kompetensi yang memadai, insan pers diharapkan mampu menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga edukatif.

Selain itu, pers juga memiliki peran penting dalam mengawal kebijakan pendidikan melalui fungsi kontrol sosial.

Media dapat mengangkat berbagai persoalan, mulai dari ketimpangan akses pendidikan, kualitas tenaga pengajar, hingga transparansi anggaran pendidikan.

Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulawesi Selatan, Zulkifli Thahir, menegaskan bahwa momentum Hardiknas harus dimaknai sebagai panggilan bagi insan pers untuk terus meningkatkan kualitas diri sekaligus berkontribusi nyata dalam dunia pendidikan.

“Pers tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral sebagai pendidik publik. Karena itu, profesionalisme dan integritas harus menjadi fondasi utama dalam setiap produk jurnalistik,” ujarnya, Sabtu (2/5/26).

Ia juga menekankan pentingnya peran organisasi pers dalam membina anggotanya agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan zaman.

“IWO terus mendorong peningkatan kapasitas anggota melalui pelatihan dan pendidikan jurnalistik yang berkelanjutan. Ini penting agar insan pers mampu menghadirkan informasi yang berkualitas, mencerahkan, dan mendidik masyarakat,” tambahnya.

Menurutnya, pers yang kuat dan profesional akan menjadi mitra strategis dalam mendorong kemajuan pendidikan nasional.

“Kalau persnya baik, maka informasi yang sampai ke masyarakat juga berkualitas. Dari situlah lahir kesadaran kolektif untuk memajukan pendidikan,” tegas Zulkifli.

Di era digital, pers bahkan berkembang menjadi ruang belajar alternatif bagi masyarakat. Berbagai konten edukatif yang disajikan media menjadi sumber pengetahuan yang mudah diakses lintas kalangan.

Momentum Hardiknas 2026 diharapkan menjadi pengingat bahwa tanggung jawab mencerdaskan bangsa tidak hanya berada di tangan pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk pers.

Dengan menjaga integritas, independensi, dan profesionalisme, pers diyakini mampu berkontribusi besar dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkeadilan di Indonesia. (rls)

Facebook Comments Box

Baca Juga