Jelang HUT Kota Makassar, BAZNAS Kolaborasi Dinas Sosial Nikahkan 210 Pasangan

Makassar, Pedomanku,id:

Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr. H. Usman Sofian, MA mengemukakan, menjelang perayaan Hari Jadi Kota Makassar tahun 2026, atmosfer di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini Ibukota Sulawesi Selatan in mulai berdegup lebih cepat. Berbagai persiapan menyambut hari jadi kota berpenduduk lebih 1,4 juta jiwa ini pun bermetamorfosis menjadi ruang-ruang kebahagiaan. Salah satunya program nikah massal.

“Nikah massal ini, BAZNAS Kota Makassar berkolaborasi dengan Dinas Sosial Kota Makassar. Kolaborasi ini menyangkut penyediaan mahar bagi seluruh pasangan nikah massal. BAZNAS Makassar menyediakan mukena, sajadah, dan Al-Qur’an,” tutur H. Usman Sofian, di ruang kerjanya, Jumat 6 November 2026, pagi ini.

Menurutnya, nikah massal yang akan diikuti 210 pasangan itu adalah cara humanis merayakan hari jadi ke-419 ini. Namun, jika ditarik lebih luas, program ini mendapat resonansi yang sangat kuat dari Lembaga pemerintah nonstruktural tersebut. Artinya, program nikah massal kali ini, tidak semata seremoni menikahkan secara gratis kepada pasangan yang selama ini hidup berdampingan, tetapi belum terdaftar secara hukum negara, melainkan sekaligus instrumen strategis untuk pengentasan kemiskinan, perlindungan sosial, dan penegakan martabat kemanusiaan.

Uso sapaan akrabnya mengakui, dalam perspektif BAZNAS Makassar, pernikahan yang tidak tercatat secara resmi mendatangkan mudarat berlapis. Anak-anak yang lahir kesulitan mendapatkan akta kelahiran, akses pendidikan terhambat, dan istri kehilangan hak hukum yang sah jika terjadi perceraian atau kematian suami.

Karena itu, melalui program nikah massal yang diinisiasi Pemerintah Kota Makassar kali ini, maka BAZNAS melihatnya sebagai momentum krusial untuk memberikan legitimasi hukum dan agama secara bersamaan.

“Makanya, melalui nikah massal ini para pasangan akan memiliki buku nikah, sebagai dokumen kedaulatan keluarga. Dengan memiliki dokumen ini, para pasangan yang kebanyakan berasal dari kaum dhuafa tidak lagi hidup dalam bayang-bayang kerentanan administrative,’ urainya.

Sebelum menutup pernyataan singkatnya, ia menambahkan, program nikah massal jelang HUT Kota 2026 adalah panggung kolaborasi yang sempurna antara Pemerintah Kota (Umara), BAZNAS (sebagai pengelola dana umat), dan para dermawan. Di mana, Zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun BAZNAS dari Muzaki mampu disalurkan secara tepat sasaran.(ini pattisahusiwa/tim media baznas makassar).

Facebook Comments Box
You might also like