SE2026 Dimulai, Bupati Chaidir Syam Minta Warga Tak Takut Didata

Maros, Pedomanku,id:

Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) berlangsung pada 1 Mei hingga 31 Agustus 2026. Pendataan mencakup seluruh unit usaha non-pertanian di Indonesia untuk memetakan struktur ekonomi dan UMKM. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian mandiri (online) dan kunjungan langsung petugas (door-to-door). Di Maros misalnya.

BPS Kabupaten Maros secara resmi memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026, Senin, 15 Juni 2026. Sebanyak 379 petugas lapangan diterjunkan untuk menyisir 108 desa dan kelurahan yang tersebar di 14 kecamatan se-sabupaten beribukota Turikale tersebut.

Bupati Maros, Chaidir Syam, menginstruksikan seluruh jajaran birokrasi di bawah pemerintahan yang dipimpinnya, mulai dari Camat, Lurah, hingga Kepala Desa segera pasang badan mendukung penuh kelancaran sensus nasional ini.

Chaidir Syam juga memberikan jaminan keamanan penuh bagi para pelaku usaha dan perusahaan yang kerap sensitif terhadap pendataan. Ia meminta masyarakat dan dunia usaha tidak perlu merasa khawatir atau takut untuk menyodorkan data keuangan mereka kepada petugas.

Bupati dua periode itu mengemukakan, saat pelaksanaan sensus akan ada petugas lapangan yang melakukan pendataan. Tidak perlu takut memberikan data kepada petugas, karena data yang diberikan akan dijaga kerahasiaannya, terutama data perusahaan.

Bupati yang juga politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengemukakan, sensus ini akan menyasar seluruh lapisan masyarakat tanpa tebang pilih, baik warga yang memiliki aktivitas usaha mandiri maupun yang tidak memiliki usaha.

“Keterbukaan informasi dari masyarakat, menjadi pertaruhan besar bagi masa depan daerah. Sebab, data riil yang dihimpun oleh BPS ini nantinya akan menjadi kompas atau acuan utama bagi Pemkab Maros dan DPRD dalam merumuskan program kerja, anggaran, serta kebijakan strategis ke depan,” tuturnya.

Seperti diketahui, data hasil sensus ekonomi ini sangat penting, karena akan menjadi acuan di DPRD dan kami di pemerintahan dalam merumuskan kebijakan, termasuk langkah yang akan dilakukan ke depannya. Dan langkah yang akan diambil akan terwujud jika data yang dihasilkan adalah data yang tepat, data yang akurat dan bisa dipertanggungjawabkan.

Tahapan lapangan Sensus Ekonomi 2026 tingkat Kabupaten Maros ini dimulai secara simbolis lewat penabuhan gendang oleh Bupati Chaidir Syam, Wakil Bupati Muetazim Mansyur, Wakil Ketua II DPRD Maros Nurwahyuni Malik, serta jajaran pimpinan BPS Maros dan perwakilan BPS Sulsel. (ozan)

Facebook Comments Box
You might also like