SMSI – Dinas Sosial Gowa Bahas Askes KIS bagi Jurnalis

Sungguminasa, Pedomanku,id:

Di balik kecepatan era digital saat ini, arus informasi pun bergerak begitu cepat. Meski begitu, informasi melalui media digital tidak sekadar cepat terbaca, melainkan dilatari tanggung jawab moral yang besar.

Kesadaran inilah yang menjadi titik temu antara wartawan online Gowa yang tergabung dalam “Serikat Media Siber Indonesia” atau bahasa kerennya SMSI. Dipimpin ketuanya,  Nursyahrir beraudens dengan Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Gowa, H. Rachman, Senin, 14 September 2026.

Diskursus penting terbangun dari ruang diskusi yang berjalan santai. Topik utamanya krusial, dan bersentuhan langsung dengan hajat hidup orang banyak “sinergitas dalam mengawal pembagian kelompok data atau masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan, atau apa yang dinamai Desil.

Seperti diketahui, dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), masyarakat diklasifikasikan dalam Desil 1 hingga 10. Desil 1 misalnya, merepresentasikan  tingkat kesejahteraan paling rendah (fakir miskin ekstrem), hingga Desil 10, atau kelompok terkaya.

Data Desil inilah yang menjadi kompas utama pemerintah, tak terkecuali Dinas Sosial Kabupaten Gowa, dalam menyalurkan berbagai bantuan sosial—mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), hingga jaminan kesehatan.

Karena itu, di sela sela diskusi  tidak semata  membahas penguatan sinergi komunikasi publik, tetapi juga mencari solusi terhadap berbagai persoalan sosial yang kerap dikeluhkan masyarakat, khususnya terkait penyaluran Bansos dan layanan jaminan kesehatan.

Nursyahrir dan rekan rekannya juga memaparkan realitas di lapangan. Bahwa di era digital saat ini, maraknya pendirian media siber baru sering kali tidak diimbangi dengan kesehatan finansial perusahaan yang memadai untuk mendaftarkan karyawannya ke dalam BPJS Kesehatan. Akibatnya, meski jurnalis berada di garis depan informasi, namun tanpa jaring pengaman sosial.

Ketika sakit, beban finansial jatuh sepenuhnya ke pundak mereka sendiri. Padahal, negara memiliki instrumen perlindungan sosial melalui program KIS PBI (Penerima Bantuan Iuran) bagi masyarakat kurang mampu, atau skema jaminan sosial lain yang dapat diakses melalui sinergi dengan Dinas Sosial.

“Pers yang sehat tidak akan terwujud jika jurnalisnya hidup dalam kecemasan akan biaya berobat ketika mereka jatuh sakit. Dengan adanya kepastian jaminan kesehatan melalui KIS, para jurnalis diharapkan dapat bekerja dengan lebih tenang, objektif, dan tanpa rasa khawatir berlebih ketika musibah kesehatan datang,” tuturnya.

Nursyahril, berharap sinergi yang terbangun dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat peran media sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengawal pelayanan publik. “Tujuan akhirnya adalah, bagaimana informasi yang benar sampai kepada masyarakat dan berbagai persoalan sosial dapat ditangani lebih cepat, tepat, dan solutif,” tutup mantan jurnalis Harian Ujung Pandang Ekspres ini.

Sekdis Sosial Gowa, H. Rachman, menegaskan, status Desil bukanlah ketetapan permanen. Warga yang merasa kondisi ekonominya tidak sesuai dengan kategori yang tercantum dalam sistem, dapat mengajukan perubahan melalui mekanisme resmi.

“Jadi kalau ada warga yang ingin melakukan perubahan Desil, bisa dilakukan di kantor kelurahan atau desa masing-masing, karena mereka yang memiliki aplikasi untuk mengubah data desil,” urainya.

Menurutnya, proses perubahan dilakukan secara berjenjang agar data yang masuk benar-benar sesuai dengan kondisi riil masyarakat. Tahapan tersebut dimulai dari pengajuan di tingkat desa atau kelurahan, dilanjutkan verifikasi di kecamatan, kemudian diproses oleh Dinas Sosial Kabupaten sebelum diusulkan ke sistem terpadu kementerian terkait.

Melalui mekanisme ini, pemerintah berharap bantuan sosial dapat tersalurkan lebih tepat sasaran dan mengurangi kesalahpahaman yang selama ini berkembang di tengah masyarakat.

Siap Jadi Mitra Edukasi Sosial

Dalam audiensi tersebut, Dinas Sosial Kabupaten Gowa juga menyambut baik inisiatif SMSI Gowa untuk membangun kolaborasi dalam penyebarluasan informasi program-program sosial pemerintah.

Sekdis Sosial menilai peran media sangat penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan warga.

Melalui konsep kolaborasi yang sejalan dengan program “News Room Jaga Desa”, SMSI Gowa diharapkan dapat membantu menyampaikan informasi kebijakan sosial secara akurat, berimbang, dan mudah dipahami masyarakat.

Selain itu, media juga diharapkan dapat membantu mengklarifikasi berbagai isu sosial yang berpotensi menimbulkan disinformasi serta mendukung pemerintah desa dan kelurahan dalam menjelaskan program-program bantuan kepada warga.

Siapkan Tindak Lanjut dan Desa Percontohan

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana konstruktif itu ditutup dengan komitmen bersama untuk menyusun langkah tindak lanjut yang lebih terukur.

Beberapa agenda yang akan dibahas lebih lanjut antara lain penyusunan standar operasional prosedur (SOP) koordinasi aduan sosial, penguatan sistem komunikasi cepat antara media dan Dinas Sosial, serta penentuan desa percontohan sebagai model pelayanan sosial yang transparan dan responsif.

Ketua SMSI Gowa, Nursyahril, berharap sinergi yang terbangun dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran media sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengawal pelayanan publik.

“Tujuan akhirnya adalah bagaimana informasi yang benar sampai kepada masyarakat dan berbagai persoalan sosial dapat ditangani lebih cepat, tepat, dan solutif,” tutup mantan jurnalis Harian Ujung Pandang Ekspres ini. (din-syahrir).

Facebook Comments Box
You might also like