Makassar, Pedomanku,id:
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Makassar memiliki berbagai program yang bersentuhan dengan ummat dan keummatan. Lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Makassar itu selalu hadir untuk memberi senyum kepada keluarga yang betul betul tidak mampu, dengan mengedepankan tiga aman. Yakni, Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.
Rabu, 15 Juli pagi ini misalnya, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr.Abd.Azis Ilyas,S.Ag, MH, meminta tim melakukan asesmen kepada Faedah—salah seorang janda lansia yang tinggal sebatang kara di rumahnya, Jalan Pontiku 1, lorong 7.
Dr.Abd. Azis Ilyas mengemukakan, tim asesmen BAZNAS yang diturunkan memiliki tanggungjawab moral yang lebih besar. Sebab, di tangan tim ini dapat mengangkat martabat mustahik, atau orang yang membutuhkan bantuan dari jurang kesulitan, sekaligus menjadi penghubung tangan para muzakki dengan doa doa orang yang membutuhkan uluran tangan.
Salah satu titik tekan Dr.Abd.Azis Ilyas adalah, tim asesmen BAZNAS Makassar dapat menggunakan hati, dan nurani dalam melakukan tugas. Sebab, jika lalai, tentunya amanah para muzakki (pemberi zakat, infak, dan sedekah) akan sia sia.
Menindaklanjuti arahan Dr.Abd.Azis Ilyas, Kabag II, Nabil Salim langsung menurunkan H.Arifuddin mendatangi kediaman Faedah. Benar adanya, di rumah yang bersanitasi kurang baik itu. Meski tidak terurus, namun janda yang sudah lansia kelahiran Pasuruan, Jawa Timur, 19 Januari 1962 itu masih memberi senyum.
Kepada H.Arifuddin, dengan suara yang terbata bata, Faedah mengaku belakangan ini, kesehatannya mulai memburuk. Pernah dioperasi lantaran menderita kista. Dan sekarang juga ada tumornya. Sementara untuk makan sehari hari, biasanya dari tetangga.
Nabil Salim menambahkan, setelah menerima laporan, pihaknya akan mengajukan kepada pimpinan BAZNAS untuk ditelaah lebih jauh. “Jadi tinggal pimpinan BAZNAS yang menentukan, apakah Ibu Faedah ini akan diberikan bantuan berupa sembako dan dana setiap bulan, ataukah diberikan bantuan pengobatan,” tuturnya. (din pattisahusiwa/tim media banzas makassar)