Prof. Mansyur Ramly Harap BAZNAS Makassar Jadi Pelopor BAZNAS Terbaik Nasional

Suasana pertemuan Prof. H. Mansyur Ramly dengan Pimpinan BAZNAS di Lantai 7 Menara UMI. (foto:nyong)

Makassar, Pedomanku,id:

Di era berkemajuan saat ini, zakat bukan lagi semata instrumen ibadah ritual yang bersifat vertikal, melainkan telah bertransformasi menjadi kekuatan filantropi horizontal, yang mampu merajut solidaritas sosial, mengentaskan kemiskinan ekstrem, sekaligus menjadi pilar kesejahteraan umat. Meski begitu, potensi besar belumlah cukup, tanpa adanya orkestrasi manajemen yang mumpuni,dan kepercayaan public, atau Trust.

Di sisi lain, BAZNAS Makassar diharapkan mampu melahirkan program-program inovatif yang menyentuh akar rumput. Perlu ada kekuatan kekuatan di luar BAZNAS itu sendiri. Selain  melibatkan akademisi, para ahli, dan ummat, juga  ada digital microfinance bagi  pelaku UMKM lokal, pelatihan vokasi berbasis teknologi bagi pemuda pengangguran, hingga beasiswa pendidikan berbasis future skills–keterampilan masa depan. Dengan pendekatan ini, zakat bukan lagi sekadar pemadam kebakaran bagi kemiskinan, tetapi menjadi mesin pencetak kemandirian ekonomi.

“Jika BAZNAS Makassar dapat melahirkan program program yang benar benar mumpuni, yang mengangkat derajat kaum mustahik, transformasi digital yang baik dari konvensional ke smart zakat, memiliki program pemberdayaan yang berkelanjutan (The Modern Mustahik), kolaborasi strategis dan kolosal, hingga akuntabilitas dan branding yang humanis, tentunya kita berharap BAZNAS Makassar tampil sebagai pelopor BAZNAS Terbaik Nasional,” urai mantan Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar yang kini Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof. H. Mansyur Ramly, saat menerima pimpinan BAZNAS Kota Makassar, Jumat, 9 Oktober sore tadi.

Pimpinan BAZNAS Makassar yang hadir di ruang kerja Prof. Mansyur Ramly  lantai 7 Menara UMI, Jalan Urif Sumoharjo itu masing masing Dr. H. Usman Sofian, MA, H. Yusran Sofyan, SE, M,Si, Dr. Abdul Azis Ilyas, S,Ag, MH, H. Ahyar Amnur, S.Pd, M.Pd, serta Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes (Ketua, Wakil Ketua I,II,III, IV). Pertemuan selama 1,5 jam itu berjalan santai.

Sebagai salah seorang tokoh dibalik kesuksesan institusi pendidikan tinggi Islam yang mengakar kuat di Sulawesi Selatan, Prof. Mansyur Ramly sangat memahami bahwa, pembangunan umat tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Harus ada sinergi pentahelix, di mana akademisi, pemerintah, lembaga pengelola zakat, serta dunia usaha bahu membahu membangun kekuatan, sekaligus menjadi mitra strategis .

Master of Business Administration (MBA) Singapura 1996 yang juga Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kapuslitbang) Depdiknas 2005 itu menambahkan,  jika BAZNAS Makassar kepingin menjadi pelopor BAZNAS Terbaik Nasional, setidaknya memiliki kepercayaan publik, memiliki integritas dan profesionalitas amil. Sebab, amil zakat itu sendiri adalah representasi dari amanah ummat. Termasuk, kompetensi, dedikasi, dan akhlakul karimah para pengelola zakat, serta  harus berada di garda terdepan menjaga marwah zakat itu sendiri.

Pimpinan BAZNAS Makassar sama sama mengatakan, di masa kepemimpinan mereka, setidaknya  ada perubahan besar, termasuk seperti harapan Prof. Mansyur Ramly.  Dengan kepemimpinan yang visioner, amil yang profesional, serta dukungan penuh masyarakat, BAZNAS Makassar tidak hanya berpotensi menjadi yang terbaik di negeri ini, tetapi juga membuktikan bahwa filantropi Islam mampu menjadi solusi berkemajuan bagi peradaban moderen.

Untuk itu, pimpinan BAZNAS Makassar juga berharap seluruh jajaran UMI tidak membiarkan BAZNAS Makassar berjalan sendiri. UMI dengan berbagai pusat studi dan sumber daya manusianya dapat menjadi mitra strategis bagi BAZNAS Makassar. Riset-riset terkait pengentasan kemiskinan, riset riset tentang pengumpunan zakat, infak, maupun sedekah dapat diintegrasikan bersama sama demi kemajuan ummat di kota yang kini dipimpin Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham ini.

“Saat BAZNAS Makassar didukung dan mendapat masukan masukan positif dari rahim institusi pendidikan, seperti UMI maka harapan menjadi yang terbaik nasional bisa digapai,” tutup Usman Sofian. (din pattisahusiwa)

Facebook Comments Box
You might also like