160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT


ATM : Menanti Gebrakan BAZNAS Makassar 2026-2031

Makassar, Pedomanku,id:

Ibarat maraton, pelari tercepat sekalipun tidak akan bisa mencapai finis jika tongkat estafet terjatuh di tengah jalan. Begitu pula dengan sebuah organisasi besar sekelas Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Ketika pucuk pimpinan berganti, tantangannya bukanlah tentang “siapa yang paling hebat”, melainkan tentang “bagaimana menjaga api kebaikan agar tetap menyala”.

Usai Walikota Makassar, Munafri Arifuddin malantik lima pimpinan BAZNAS periode 2026/2031 di Baruga Anging Mammiri, Senin 6 Juli 2026 petang hari ini, mantan ketua lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Makassar, Dr.HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, kelima pimpinan baru dapat membawa angin segar, sekaligus ekspektasi yang tinggi. Mereka sejatinya memiliki semangat baru.

Semangat baru yang dimaksud HM.Ashar Tamanggong, bukan hanya tentang siapa yang duduk di kursi pimpinan, dan empat wakilnya, melainkan tentang seberapa banyak senyum yang bisa dihadirkan bagi mustahik di Makassar.

“Kita semua berharap, lima pimpinan BAZNAS yang baru dilantik menjadikan Makassar sebagai standar emas pengelolaan zakat di Makassar. Sebab, di tangan yang amanah, zakat adalah kekuatan yang mampu mengubah dan mengangkat kehidupan ummat dari garis kemiskinan,” tuturnya, seraya menyampaikan ‘Selamat memulai kerja kerja amaliyah untuk lima pimpinan  BAZNAS Makassar periode 2026-2031. Semangat baru untuk Makassar yang lebih sejahtera dan berkeadilan!

HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, Kota Makassar tidak semata pusat ekonomi di kawasan timur Indonesia yang berkembang pesat, melainkan sebuah laboratorium sosial yang begitu dinamis.

Di tengah geliat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi pesat tersebut, tentunya  tantangan ketimpangan sosial tetap menjadi pekerjaan rumah yang menuntut solusi konkret. Karena itu, di tangan pemimpin baru, lembaga pemerintah nonstruktural ini terus membumi di seluruh kota Makassar.

ATM—sapaan akrab Ashar Tamanggong mengakui, pergantian kepemimpinan dirinya dan empat rekannya ini bukan sekadar serimoni semata, melainkan sebuah suntikan energi baru dalam hal membawa wajah zakat yang lebih segar, inklusif, dan solutif.

BAZNAS Makassar di bawah kepemimpinan baru memiliki tugas utama untuk menjembatani antara “potensi” dan “realisasi”. Semangat baru harus dimulai saat pelantikan hari ini dilakukan.

“Kita ketahui bersama bahwa, di era berkemajuan saat ini, zakat, infak, dan sedekah bukan lagi sekadar kegiatan konvensional yang menyentuh rumah-rumah, melainkan harus bisa diakses melalui ujung jari para muzakki (pemberi zakat) milenial dan Gen Z,” tutup penulis buku Langit tak Pernah Offline ini.

Seperti diketahui mereka yang dilantik  masing masing Prof.Yusriani,S.K.M, M.Kes, Dr.Yusran Sofyan, Usman Sofyan, H.Ahyar Amnur,S.Pd, dan Abdul Aziz Ilyas. Pimpinan BAZNAS ini menggantikan HM.Ashar Tamanggong, Ahmad Taslim, Syaharuddin Mayang, Waspada Santing, dan Jurlan Em Saho’as.
Kelima pimpinan yang baru dilantik, merupakan figur-figur yang terpilih melalui proses seleksi demikian rumit, ketat, serta memadukan latar belakang akademisi, praktisi ekonomi syariah, tokoh agama, hingga tokoh sosial yang memiliki integritas tinggi.(din pattisahusiwa).

Facebook Comments Box

Baca Juga