BAZNAS Berbagi di Hari Merdeka di Pulau Barrang Lompo

Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tinggal menghitung hari. Biasanya, di hari merdeka ini sering kali diwarnai kemeriahan panggung hiburan, dan kibaran bendera di kota-kota besar. Namun, Jumat hari ini ada kisah lain yang jauh lebih sunyi namun sarat makna di pulau pulau wilayah Kecamatan Kepulauan Sangkarang, Kota Makassar.

Di pulau pulau kecil di gugusan Spermonde ini Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Dr. Abdul Azis Ilyas didampingi tim media, Syarifuddin Pattisahusiwa bersama rombongan Kapolda Sulsel, Kapolrestabes Makassar, dan Kapolres Pelabuhan Makassar menuju dua pulau Barrang Lompo, dan Kodingareng Keke. Tujuannya, membawa misi khusus merayakan kemerdekaan dengan cara berbagi  paket sembako di antaranya dari BAZNAS Kota Makassar kepada kaum dhuafa.

Di kedua pulau itu sering kali luput dari euforia pusat kota. Akses yang terbatas dan jarak yang cukup jauh membuat denyut kemerdekaan di sani sering kali terasa berbeda—lebih sederhana, bahkan cenderung sepi.

Tetapi, hari ini, kesepian tersebut terganti senyuman khas masyarakat pulau.

“Kita ketahui bersama bahwah, kemerdekaan bukan hanya milik mereka yang ada di daratan kota, tapi juga hak saudara-saudara kita di pulau terpencil seperti di Barrang Lompo ini untuk merasakan kebahagiaan yang sama,” tutur Dr. Abdul Azis Ilyas.

Setidaknya, ada pemandangan yang menyentuh hati saat paket sembako diterima. Mata mereka berbinar, memandangi paket tersebut seolah itu adalah hadiah terindah di hari merdeka kali ini. Bagi mereka, kemerdekaan hari ini diterjemahkan melalui kepedulian nyata yang meringankan beban hidup sehari-hari.

Mantan calon AKABRI Kepolisian RI tahun 1991 ini menambahkan, BAZNAS hadir bukan hanya sebagai lembaga penyalur zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga sebagai penyambung lidah solidaritas umat.

Di pulau terpencil ini, makna merdeka menjadi begitu hidup. Merdeka dari rasa terabaikan, merdeka dalam kepedulian sesama.

“Kemerdekaan sejati bukanlah tentang seberapa meriah pesta di perkotaan, melainkan tentang seberapa jauh uluran tangan BANZAS mampu menjangkau mereka yang paling membutuhkan di batas-batas terluar daratan di Ibukota Sulsel ini, tutupnya. (din pattisahusiwa/tim media baznas kota makassar)

Facebook Comments Box
You might also like